GORONTALO – Gema takbir kemenangan menandai berakhirnya ibadah puasa Ramadan tahun ini bagi jutaan rakyat Indonesia.
Namun, di atas lapangan hijau, dahaga panjang Timnas Indonesia tampaknya belum akan berakhir dalam waktu dekat.
Kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026 tadi malam seolah menjadi penegas bahwa Timnas Indonesia masih terjebak dalam puasa gelar yang kini telah menginjak usia 18 tahun.
Baca juga: Rapor Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Lini Belakang Renggang, Lini Serang Kurang Garang
Terakhir kali Timnas Indonesia naik ke podium juara adalah pada tahun 2008.
Namun, jika menilik kembali sejarahnya, gelar tersebut pun diraih melalui rangkaian peristiwa yang jauh dari kata sempurna.
Satu-satunya trofi yang menghuni lemari prestasi Indonesia dalam dua dekade terakhir berasal dari ajang Piala Kemerdekaan 2008.
Baca juga: FIFA Series 2026: Rizky Ridho Tak Tergantikan, Nadeo-Cahya Hanya Pajangan
Melaju ke final menghadapi Libya U-23, Timnas Indonesia yang saat itu diasuh Benny Dolo sempat dikejutkan oleh gol Abdallah Mohamed di menit ke-14.
Stadion Gelora Bung Karno yang dipadati puluhan ribu penonton menjadi saksi pertandingan yang berjalan kasar dan penuh protes.
Drama mencapai puncaknya saat jeda babak pertama. Para pemain Libya U-23 menolak kembali ke lapangan untuk melanjutkan pertandingan.
Setelah menunggu selama 15 menit, wasit akhirnya menyatakan Indonesia menang WO (Walk Out).
Gelar juara pun sah menjadi milik Indonesia, meski diwarnai laporan pemukulan terhadap pelatih Libya oleh salah satu ofisial tim tuan rumah di lorong ruang ganti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber