GORONTALO – Menteri Hak Asasi Manusia (MenHAM) Republik Indonesia, Natalius Pigai, melakukan kunjungan kerja perdana ke Provinsi Gorontalo pada Selasa, 31 Maret 2026).
Setibanya di Bandara Djalaluddin Tantu sekitar pukul 09.00 WITA dengan maskapai Garuda Indonesia, putra asal Papua ini langsung disambut hangat oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim.
Sebagai bentuk penghormatan tertinggi bagi pejabat negara yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Bumi Serambi Madinah, Pigai menjalani prosesi adat Mopotilolo.
Baca juga: BMKG Rilis Prospek Cuaca 31 Maret-6 April 2026: Gorontalo Masuk Zona Waspada Hujan Lebat
Upacara sakral ini digelar di Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo dan dipandu langsung oleh para pemangku adat dari Dewan Adat U Duluwo Limo Lo Pohalaa.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, bersama jajaran Forkopimda menyambut kedatangan MenHAM di gerbang utama Rumah Jabatan.
Suasana khidmat terasa saat iringan tabuhan genderang adat dan tarian perang Longgo mengantar rombongan menuju ruang utama.
Baca juga: Menelusuri Tiga Masjid Paling Bersejarah di Gorontalo
Rangkaian adat dimulai dengan tahapan Mopodungga lo Adati, yakni penyampaian petuah atau kata-kata bijak dalam bahasa Gorontalo.
Setelah itu, dilanjutkan dengan ritual Mopodungga lo Uyilumo yang menyuguhkan minuman serta kudapan tradisional sarat makna kepada tamu negara.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kaadi Kota Gorontalo, K.H. Abdul Rasyid Kamaru.
Baca juga: Sambut 30 Ribu Peserta Penas KTNA 2026, Pemkab Gorontalo Genjot Infrastruktur dan Produksi Pangan
Puncak dari Mopotilolo adalah prosesi Mongabi, sebuah pernyataan resmi dari tokoh adat yang menandakan bahwa Pigai telah mendapatkan restu dan perlindungan adat selama berkunjung di Gorontalo.
Usai menjalani rangkaian adat, Gubernur Gusnar Ismail menjamu MenHAM dan rombongan dalam acara makan siang bersama.
Kunjungan kerja MenHAM Natalius Pigai kali ini memiliki agenda utama pada Rabu, 1 April 2026.
Ia dijadwalkan menjadi pembicara kunci dalam acara Penguatan Kapasitas HAM yang akan dihadiri oleh 5.000 masyarakat Gorontalo.
Kegiatan tersebut rencananya bakal dipusatkan di kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Gorontalo