Ilustrasi prospek cuaca Gorontalo empat hari ke depan (Istimewa)
GORONTALO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan laporan prospek cuaca 31 Maret-6 April 2026 di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam pantauan atmosfer terkini, wilayah Provinsi Gorontalo menjadi salah satu daerah yang diprediksi akan mengalami peningkatan intensitas curah hujan secara signifikan selama sepekan ke depan.
Memasuki periode transisi di awal April, BMKG mengonfirmasi bahwa prospek cuaca 31 Maret-6 April 2026 secara umum didominasi oleh hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Baca juga: Menelusuri Tiga Masjid Paling Bersejarah di Gorontalo
Namun, masyarakat di Gorontalo serta beberapa provinsi lain di Sulawesi dan Papua diimbau untuk tetap siaga menghadapi potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat serta angin kencang secara tiba-tiba.
Pada fase awal pergantian bulan ini, curah hujan diperkirakan bakal meningkat di sebagian besar Pulau Sumatera, Kalimantan, hingga wilayah timur Indonesia.
Selain Gorontalo, wilayah seperti Aceh, Jawa Timur, dan Bali juga dipetakan mengalami hujan sedang hingga lebat.
Baca juga: Sambut 30 Ribu Peserta Penas KTNA 2026, Pemkab Gorontalo Genjot Infrastruktur dan Produksi Pangan
Secara khusus, BMKG menetapkan status Siaga untuk potensi hujan sangat lebat yang dapat memicu bencana di wilayah berikut:
Memasuki pertengahan pekan pertama April, intensitas hujan sedang hingga lebat diperkirakan masih bertahan di wilayah Gorontalo dan sekitarnya.
Baca juga: PENAS XVII di Gorontalo Mulai Disosialisasikan
Meskipun secara umum kondisi cuaca di Indonesia mulai berangsur variatif, pergeseran massa udara menyebabkan perubahan status Siaga di beberapa titik baru.
Untuk periode ini, status Siaga hujan lebat hingga sangat lebat dialihkan ke wilayah:
Merespons dinamika atmosfer yang fluktuatif ini, BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan, dan tanah longsor.
Bagi pengguna jalan, kewaspadaan ekstra sangat diperlukan terhadap risiko pohon tumbang, baliho roboh, serta jarak pandang yang terbatas akibat guyuran hujan lebat.
Masyarakat disarankan untuk tidak berteduh di bawah pohon atau bangunan yang kondisinya sudah rapuh saat terjadi angin kencang.
Mengingat cuaca dapat berubah sewaktu-waktu, sangat penting bagi publik untuk memantau pembaruan informasi secara berkala melalui aplikasi InfoBMKG atau laman resmi pemerintah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BMKG