Gua jin atau Ota lo Jin di Gorontalo Utara (Instagram @ashika190218)
GORONTALO – Provinsi Gorontalo tidak hanya dikenal dengan keindahan pantainya, tetapi juga menyimpan sisi kelam berupa mitos dan legenda urban yang membuat bulu kuduk berdiri.
Di balik rimbunnya hutan dan gelapnya gua, tersimpan narasi tentang dunia lain yang bersinggungan dengan realitas manusia.
Berikut adalah dua lokasi yang dikenal sebagai tempat angker di Gorontalo dengan kisah mistis yang menyelimutinya.
Baca juga: Rekomendasi Tempat Nongkrong Favorit di Limboto: Dari Konsep Estetik Hingga Ruang Diskusi Ikonik
Hutan bakau di Desa Bulalo, Kecamatan Kwandang, bukan sekadar ekosistem pesisir biasa. Bagi warga setempat, labirin akar bakau ini adalah rumah bagi benteng tak kasat mata.
Isu ini kembali memuncak pada Februari 2023, saat seorang pencari kerang dikabarkan hilang secara misterius di lokasi tersebut.
Legenda ini bermula dari pengalaman seorang pemburu pada tahun 80-an. Konon, saat tersesat, ia tiba-tiba berhadapan dengan sebuah benteng setinggi 1,5 meter yang memiliki lubang di setiap sisinya.
Anehnya, pintu masuknya hanya ada di bagian atas. Tak jauh dari situ, terdapat kuburan sepanjang 3 meter yang menebarkan aroma bunga sangat wangi, seolah-olah baru saja ada prosesi pemakaman.
Sang pemburu sempat menandai lokasi itu dengan ranting kayu dan guratan pada pohon.
Namun, saat ia kembali beberapa hari kemudian, benteng dan kuburan itu raib tanpa jejak, sementara tanda yang ia buat masih utuh di posisinya.
Baca juga: Masjid Hunto Sultan Amay: Mahar Cinta dan Jejak Awal Cahaya Islam di Bumi Gorontalo
Misteri ini semakin dalam dengan adanya mitos "Emas sebesar parut kelapa" yang dijanjikan penghuni gaib, asalkan ditukar dengan seekor kerbau putih.
Hingga kini, hilangnya beberapa warga di hutan ini sering kali dikaitkan dengan keberadaan dimensi gaib benteng tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hulondalo.id, Berbagai Sumber