Akad massal debitur KUR di Gorontalo (Humas Pemprov Gorontalo)
GORONTALO — Hingga Oktober 2025, sebanyak 9.158 pelaku usaha di Provinsi Gorontalo tercatat sebagai penerima fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Nilai total pembiayaan yang tersalurkan mencapai Rp454 miliar, menurut data Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo.
“Angka ini masih tergolong rendah dibandingkan provinsi lain yang sudah mendekati Rp1 triliun," kata Kepala Dinas Kumperindag, Risjon Sunge.
Baca juga: Apa Itu KOKAM yang Kawal Rektor UMGO Umumkan Pemecatan Dosennya?
Risjon menyebut angka itu masih jauh di bawah daerah lain.
Dari sekitar 118 ribu pelaku UMKM di Gorontalo, baru 8 persen yang mampu mengakses pembiayaan perbankan melalui skema KUR.
"Artinya masih banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk memperluas penyaluran KUR di Gorontalo,” jelas Risjon.
Baca juga: Pimpinan Kampus hingga KOKAM Dampingi Rektor UMGO Umumkan Pemecatan Dosen
Program KUR sendiri dipandang sebagai motor penting bagi pertumbuhan ekonomi rakyat.
KUR bisa menjadi pintu bagi pelaku UMKM yang membutuhkan modal untuk memperluas usaha, menambah tenaga kerja, serta meningkatkan daya saing produk lokal.
Upaya memperluas penyaluran KUR itu juga ditandai dengan akad massal serentak secara nasional.
Baca juga: Dosen Universitas Muhammadiyah Gorontalo Dipecat Tidak Hormat Gegara Podcast
Kegiatan ini melibatkan 800 ribu debitur di seluruh Indonesia pada Selasa, 21 Oktober 2025 kemarin.
Di Gorontalo, kegiatan ini diikuti secara daring oleh Wakil Gubernur, Idah Syahidah dari halaman Rumah Jabatan Gubernur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Gorontalo