Dua anggota KOKAM kawal Rektor UMGO umumkan pemecatan dosennya (Indozone Gorontalo)
GORONTALO - Dua pemuda berpakaian loreng dan baret merah cukup menarik perhatian saat konferensi pers pemecatan dosen Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Sitti Magfirah Makmur, Selasa, 21 Oktober 2025.
Keduanya bukan TNI, melainkan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah atau KOKAM.
Sepanjang konferensi pers, dua anggota KOKAM terlihat berdiri sigap mengawal Rektor UMGO, Abdul Kadim Masaong mengumumkan pemecatan dosennya.
Baca juga: Pimpinan Kampus hingga KOKAM Dampingi Rektor UMGO Umumkan Pemecatan Dosen
Lalu apa itu KOKAM? Berikut penjelasannya.
KOKAM merupakan organisasi kepemudaan di bawah naungan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM).
Organisasi ini resmi berdiri pada 1 Oktober 1965, hanya sehari setelah peristiwa G30S.
Tujuan dibentuknya KOKAM untuk memperkuat semangat kebangsaan, kesiapsiagaan, dan ketertiban sosial di kalangan pemuda Muhammadiyah.
Baca juga: Dosen Universitas Muhammadiyah Gorontalo Dipecat Tidak Hormat Gegara Podcast
Ada sejumlah tokoh Muhammadiyah yang menginisiasi lahirnya organisasi ini. Mereka adalah Letnan Kolonel S. Prodjokusumo, H. Ibrahim Nazar, dan Lukman Harun.
Lahir di tengah kondisi politik Indonesia yang kurang stabil akibat manuver PKI, KOKAM didirikan untuk merespons hal itu.
Ada beberapa peristiwa yang yang memicu lahirnya KOKAM waktu itu.
Baca juga: Tuai Polemik, Adhan Dambea Jamin UMKM Tetap Bisa Jualan di Trotoar Jalan Provinsi
Misalnya tewasnya seorang perwira angkatan darat di tangan anggota Barisan Tani Indonesia (BTI), aksi sepihak BTI yang menggarap tanah perkebunan negara, dan upaya PKI mereduksi Pancasila.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan, Berbagai Sumber