Gorontalo salah satu daerah dengan pelajar paling sering ke perpustakaan (Istimewa)
GORONTALO — Perpustakaan tidak sekadar tempat menyimpan buku, tapi pusat pengetahuan yang membuka ruang bagi siapa pun untuk memperluas wawasan, memperdalam literasi, dan menumbuhkan budaya baca sejak dini.
Di tengah derasnya arus informasi digital, keberadaan perpustakaan tetap menjadi sumber belajar yang relevan dan terpercaya.
Bagi pelajar, kunjungan ke perpustakaan bukan hanya soal membaca, tetapi juga proses melatih kemandirian dalam mencari informasi, mengasah kemampuan berpikir kritis, dan membangun kebiasaan belajar sepanjang hayat.
Baca juga: Sofyan Puhi Wajibkan ASN di Kabgor Berbahasa Gorontalo Setiap Jumat: Tidak Usah Malu
Lingkungan yang tenang serta akses ke berbagai bahan bacaan membuat perpustakaan menjadi tempat ideal untuk tumbuh secara intelektual dan emosional.
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 memperkuat hal itu, menunjukkan bagaimana kebiasaan sederhana ini berperan penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia.
Berdasarkan data BPS, ada 10 daerah dengan tingkat kunjungan pelajar tertinggi ke perpustakaan tahun 2024 lalu, salah satunya Provinsi Gorontalo.
Baca juga: UAS dan Habib Salim Akan Ceramah Bareng di Navigasi Iman Pemkab Gorontalo
Provinsi Gorontalo menempati peringkat keempat nasional sebagai provinsi dengan pelajar paling rajin mengunjungi perpustakaan.
Sebanyak 52,07 persen pelajar di Gorontalo tercatat rutin datang ke perpustakaan, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 44,56 persen.
Capaian ini menempatkan Gorontalo di posisi atas bersama beberapa provinsi lain yang dikenal memiliki budaya literasi kuat.
Di tingkat nasional, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menempati posisi pertama dengan 65,34 persen pelajar yang aktif berkunjung ke perpustakaan.
Disusul Kepulauan Bangka Belitung (60,69 persen) di posisi kedua dan Sumatera Barat (59,70 persen) di posisi ketiga.
Setelah Gorontalo, urutan berikutnya ditempati oleh Jawa Tengah (51,78 persen) diurutan ke lima, Nusa Tenggara Barat (51,27 persen) diurutan ke enam, dan DKI Jakarta (50,24 persen) diposisi ke tujuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Goodstats