GORONTALO — Atmosfer kemeriahan ajang Piala Dunia 2026 menjalar kuat hingga ke halaman Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo pada Kamis (16/7/2026) pagi.
Ratusan pencinta sepak bola berkumpul memadati area terbuka tersebut untuk mengikuti agenda nonton bareng (nobar) babak semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Inggris dan Argentina.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, turut membaur di tengah kerumunan penonton bersama jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Baca juga: Sinergi Pemkab Gorontalo dan Lanal Perkuat Pengamanan Kawasan Pesisir
Gusnar terlihat menikmati jalannya pertandingan berdampingan dengan putranya yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Erwin Ismail.
Bapak dan anak tersebut kompak mengenakan kaos berwarna putih polos yang menyiratkan dukungan penuh bagi skuad Tiga Singa.
Ketegangan Dua Kubu Suporter di Depan Layar Lebar
Jalannya nonton bareng berlangsung sangat interaktif lantaran massa dari kedua kubu saling berbalas sorakan setiap kali jala gawang bergetar.
Baca juga: Hanya Italia dan Prancis yang Bisa Juara Piala Dunia Back to Back, Apakah Argentina Mampu?
Ketegangan di atas lapangan hijau akhirnya tuntas dengan kegembiraan kubu penyerang Amerika Selatan setelah Argentina menyudahi laga lewat keunggulan tipis 2-1.
Meski tim pilihan pribadinya harus menelan kekalahan, Gubernur Gusnar tetap memperlihatkan raut wajah ceria di hadapan warganya.
Secara ksatria, orang nomor satu di Gorontalo tersebut langsung menjabat tangan dan memberi ucapan selamat kepada para pendukung setia Tim Tango.
Baca juga: Deretan Pemain yang Jadi 'Tulang Punggung' Tim di Piala Dunia 2026, Tidak Ada Cristiano Ronaldo
"Saya ucapkan selamat buat para pendukung Argentina. Tadi pertandingan berlangsung seru. Inggris sempat mencetak gol, tapi sayang belum bisa menang kali ini,” Kata Gusnar usai nobar.
Filosofi Sepak Bola dan Politik ala Gusnar Ismail
Eks Wakil Gubernur ini memandang bahwa hasil menang atau kalah dalam sebuah kompetisi olahraga merupakan sebuah siklus yang lumrah terjadi.
Bagi Gusnar, hal paling mendasar adalah bagaimana para pemain menyuguhkan aksi terbaik dan para suporter memiliki kedewasaan untuk berlapang dada.
"Sepak bola itu seperti politik, ada yang menang ada yang kalah. Itu adalah hal yang biasa, terpenting harus fairplay, harus sportif menerima kekalahan,” Imbuhnya.
Fasilitas nobar yang disediakan oleh Pemprov Gorontalo ini terbilang mewah berkat operasional truk videotron raksasa dua sisi yang memanjakan mata.
Keseruan pesta bola di halaman rujab tersebut kian lengkap dengan adanya pembagian kupon doorprize berhadiah paket sembako berupa beras serta minyak goreng bagi warga yang beruntung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Gorontalo