Minggu, 28 JUNI 2026 • 02:34 WIB

Nilai Transaksi Gelaran Street Food Kota Gorontalo Jilid 2 Tembus Rp1 M

Author

Warga memadati lokasi street food jilid 2 Kota Gorontalo (Humas Pemkot Gorontalo)

GORONTALO — Geliat perdagangan di sepanjang koridor Jalan Raden Saleh, tepatnya dari area SMP Negeri 7 Kota Gorontalo hingga Rumah Adat Dulohupa, terus bergerak naik.

Aktivitas jual beli dalam perhelatan Street Food Jilid 2 yang bergulir sejak 6 Juni 2026 hingga Sabtu, 27 Juni 2026, mencatatkan angka penjualan fantastis senilai Rp1.011.786.752.

Angka capaian gemilang tersebut dihimpun secara valid dari posko pencatatan milik Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Gorontalo.

Baca juga: Apresiasi Sukses PENAS XVII, Ribuan Sembako Presiden Prabowo Mengalir ke Warga Limboto

"Sesuai data riil yang kami kumpulkan dari pedagang, pendapatan pelaku UMKM di Street Food Jilid II sudah tembus Rp. 1 miliar," ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Gorontalo, Muttakin Adam, Sabtu (27/6/2026).

Lonjakan omzet ini mencerminkan tingginya animo masyarakat yang memadati pusat kuliner malam tersebut sepanjang tiga pekan pelaksanaannya.

Ajang kreatif yang diinisiasi oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, ini kini sukses bertransformasi menjadi poros baru pertumbuhan finansial warga lokal.

Baca juga: Eks Lahan PENAS XVII Gorontalo Disulap Jadi Destinasi Agrowisata Berkelanjutan

Secara administratif, terdapat total 297 pengusaha mikro yang mendaftarkan diri untuk mengambil bagian dalam festival jajanan ini.

Dari total pendaftar, tercatat 282 pemilik lapak aktif beroperasi melayani pembeli di lokasi setiap harinya.

Sementara itu, sebanyak 71 unit usaha secara disiplin menyetorkan data mutasi harian sebagai basis penentuan kalkulasi keuangan daerah.

Baca juga: Sisi Humanis Lionel Messi yang Selaras dengan Nilai Luhur Islam

Aliran dana jumbo ini merangkak secara bertahap sejak awal peluncuran agenda hiburan rakyat tersebut.

Sebagai modal awal, nilai transaksi pada malam perdana pembukaan dilaporkan sudah langsung menyentuh angka Rp222.320.352.

Grafik keuangan tersebut terus meroket secara konstan seiring mengalir derasnya kunjungan warga kota pada malam-malam berikutnya.

Padatnya arus humanis di sepanjang jalan protokoler tersebut berbanding lurus dengan keuntungan bersih yang dibawa pulang para pedagang kecil.

Kehadiran aneka sajian kuliner kekinian, produk minuman segar, hingga kudapan tradisional khas Gorontalo menjadi daya pikat utama bagi kantong konsumen.

Satu hal yang menakjubkan, seluruh perputaran modal usaha berskala masif ini bergulir murni tanpa sokongan dana stimulus APBD sepeser pun.

Transaksi mandiri bernilai miliaran rupiah ini murni lahir dari pertukaran uang tunai langsung antara masyarakat umum dan sektor industri rumah tangga.

Fenomena ini membuktikan bahwa pembukaan ruang publik yang tepat guna mampu memicu kemandirian ekonomi tanpa ketergantungan pada kas negara.

Kini, wilayah yang membentang luas di sekitar peninggalan budaya Dulohupa tersebut resmi menyandang predikat sebagai pusat utama ekonomi malam Kota Gorontalo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Gorontalo

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU