GORONTALO — Proses transformasi besar-besaran tengah mengubah lanskap ruang publik kebanggaan masyarakat Kabupaten Gorontalo.
Kawasan ikonik Taman Menara Limboto kini bersolek melalui proyek penataan dan revitalisasi menyeluruh.
Hal ini dilakukan demi menyajikan sebuah area komunal yang jauh lebih modern, representatif, serta nyaman bagi setiap pengunjung.
Baca juga: Kabupaten Gorontalo Dikepung Ratusan Kasus TBC, Pemkab Gerak Cepat Susun Strategi
Geliat pembenahan fisik terlihat jelas di berbagai sudut strategis taman.
Skenario penataan ulang ini mencakup perluasan area terbuka hijau, penambahan fasilitas penunjang aktivitas warga, hingga pengerjaan detail estetika pada struktur bangunan Menara Pakaya yang legendaris.
Pemantauan Langsung Tokoh Nasional dan Bupati Gorontalo
Progres pengerjaan proyek prestisius ini dipantau secara langsung di lapangan pada Sabtu malam, 13 Juni 2026.
Baca juga: Tokcer! Sitti Magfirah Makmur Menang Telak Lawan UMGO di PTUN Gorontalo
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, turun meninjau lokasi bersama Anggota DPR RI Rahmat Gobel, figur penting yang menjadi inisiator utama di balik gerakan pembenahan kawasan pusat kota ini.
Sofyan menegaskan bahwa agenda peremajaan infrastruktur ini sama sekali tidak berniat menghapus atau mengaburkan nilai sejarah dan identitas asli yang melekat pada kawasan tersebut.
Sebaliknya, proyek ini menjadi ajang penyempurnaan aset bernilai tinggi milik daerah.
Baca juga: Survei Gallup 2025: Mengintip Tingkat Kemarahan Kolektif Warga Indonesia di Level ASEAN
“Kita hanya menyempurnakan aset yang sudah ada. Karya yang telah dibangun sebelumnya tetap kita jaga dan abadikan, sambil menambahkan beberapa sentuhan agar kawasan ini menjadi lebih baik dan lebih nyaman untuk masyarakat,” ujar Sofyan.
Sentuhan Ornamen Tembaga Khas Daerah Mulai Dipasang
Salah satu daya tarik baru yang paling menonjol dalam proyek pembenahan ini adalah pemasangan hiasan ornamen estetik berbahan dasar tembaga.
Ornamen yang mengusung motif ukiran khas daerah Gorontalo tersebut mulai disematkan pada bagian fondasi kaki Menara Pakaya untuk mempertegas identitas budaya lokal.
Pemerintah daerah menaruh harapan besar agar pasca-revitalisasi nanti, Taman Menara Limboto dapat menjelma menjadi episentrum aktivitas publik yang lebih hidup sekaligus magnet pariwisata perkotaan.
Keberadaan fasilitas publik yang estetik dinilai linier dengan indeks kebahagiaan warga.
“Pada akhirnya semua yang dibangun ini untuk masyarakat. Kita ingin menghadirkan ruang yang bisa dinikmati bersama, menjadi tempat berinteraksi, berekreasi, dan menghadirkan suasana yang menyenangkan bagi warga,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo kini tengah memacu sisa pekerjaan di lapangan agar bisa segera rampung dalam waktu dekat.
Dengan demikian, seluruh lapisan masyarakat tidak perlu menunggu lama lagi untuk bisa menikmati kemegahan wajah baru ikon kota mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Gorontalo