Selasa, 14 APRIL 2026 • 15:07 WIB

Program Strategis Prabowo Selamatkan Gorontalo, Kata Gusnar

Author

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail beri respons elegan setelah HB Jassin dan Aloei Saboe gagal masuk daftar pahlawan nasional 2025 (Humas Pemprov Gorontalo)

GORONTALOGubernur Gorontalo, Gusnar Ismail memberikan apresiasi tinggi terhadap deretan program strategis yang dicetuskan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, intervensi kebijakan dari pemerintah pusat telah menjadi penyelamat utama bagi stabilitas ekonomi Gorontalo di tengah tekanan fiskal yang cukup berat.

Hal tersebut ditegaskan Gusnar saat membuka gelaran Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) Tahun 2027 di Hulonthalo Ballroom, Selasa (14/4/2026). 

Baca juga: Apa Itu Walimatussafar Haji? Ini Hukum, Tujuan, dan Doa Pelepasannya

Ia menilai, keberhasilan Gorontalo menjaga tren positif di tahun 2025 merupakan buah dari kucuran program pusat yang tepat sasaran.

MBG Lebih dari Sekadar Dapur

Salah satu poin krusial yang disoroti Gusnar adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Gusnar meminta semua pihak tidak hanya melihat program ini dari sisi penyediaan makanan semata, melainkan sebagai sebuah ekosistem ekonomi yang komprehensif.

Baca juga: Wajib Tahu: Ini Daftar Vaksin Syarat Keberangkatan Haji dan Umrah

"Jika berjalan sesuai rencana, program ini membuka peluang pendapatan bagi semua lapisan masyarakat," ujar Gusnar.

Ia mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan warga di tingkat desa terlibat aktif sebagai pemasok kebutuhan dapur MBG, mulai dari penyedia telur, ayam, hingga sayur-mayur. 

Menurutnya, permintaan yang masif dari program ini akan menstimulus produktivitas petani dan peternak lokal melampaui kapasitas pasar tradisional.

Baca juga: Prospek Cuaca Sepekan ke Depan, Gorontalo Masuk Radar Waspada Mulai 14 -20 April 2026

Hilirisasi Peternakan dan Cetak Sawah Baru

Selain MBG, Gusnar memaparkan progres hilirisasi sektor peternakan ayam yang sedang berjalan dengan dukungan anggaran sekitar Rp1,4 triliun melalui Danantara. 

Proyek terintegrasi ini mencakup penyediaan bibit (DOC), peternakan pedaging dan petelur, hingga pabrik pakan.

Ia optimis, jika 70 persen pengelolaan proyek ini diserahkan kepada petani lokal, angka kemiskinan akan terkoreksi secara signifikan. 

Selain itu, program cetak sawah baru seluas 5.600 hektare di Kabupaten Pohuwato serta penguatan Koperasi Desa Merah Putih menjadi pilar tambahan dalam menjaga rantai pasok kebutuhan desa.

Melawan Penyusutan APBD dengan Progres Ekonomi

Pernyataan Gusnar ini didasari oleh realitas fiskal daerah yang terus menantang. 

Tercatat, APBD Provinsi Gorontalo mengalami tren penurunan berturut-turut:

  • 2024: Rp1,92 triliun
  • 2025: Rp1,68 triliun
  • 2026: Rp1,53 triliun
  • Estimasi 2027: Diprediksi menyusut hingga Rp1,2 triliun.

Meski anggaran daerah terjun bebas, Gorontalo justru menunjukkan resiliensi yang luar biasa pada tahun 2025.

Pertumbuhan ekonomi daerah melonjak ke angka 5,71 persen dari sebelumnya hanya 4,18 persen di tahun 2024.

Sejalan dengan itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 13,87 persen menjadi 12,67 persen.

"Ini yang harus kita jaga di tahun 2026 agar kita bisa memasuki tahun 2027 dengan fondasi ekonomi yang tetap kokoh," pungkas Gusnar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemprov Gorontalo

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU