GORONTALO — Tanah Provinsi Gorontalo tidak hanya kaya akan tradisi lisan dan adat istiadat yang kental, tetapi juga memiliki peninggalan fisik berupa senjata tradisional yang sarat akan nilai sejarah.
Dahulu, senjata-senjata ini merupakan simbol kedaulatan kerajaan, status sosial, hingga alat bertahan hidup bagi masyarakatnya.
Berikut adalah delapan senjata tradisional khas Gorontalo yang menjadi saksi bisu kegigihan para pejuang di masa lalu:
Baca juga: Karateka Andalan Siap Bertarung di Malaysia, Pemkab Gorontalo Beri Dukungan Penuh
Identik dengan peran pengawal kerajaan, Baladu merupakan senjata sejenis keris dengan bilah lurus bermata dua sepanjang 40 cm.
Keunikan Baladu terletak pada ukiran pandungo bermotif mahkota dan tameng pada sarungnya.
Bagi masyarakat Gorontalo, motif mahkota pada kayu hitam ini bukan sekadar hiasan, melainkan perlambang wibawa dan keperkasaan bagi pemiliknya.
Baca juga: Indonesia Jadi Negara Paling Hobi Gunakan Alat Penerjemah di Dunia
Memiliki bentuk menyerupai golok dengan mata bilah tunggal yang lebar, Aliyawo menjadi senjata standar bagi prajurit di berbagai kerajaan besar seperti Suwawa, Gowa, Limboto, dan Gorontalo.
Senjata ini tercatat memiliki peran penting dalam peristiwa sejarah Perang Panipi.
Berbeda dengan senjata perang lainnya, Wamilo lebih dekat dengan kehidupan agraris.
Berbentuk besi tebal panjang dengan ujung persegi (tidak lancip), senjata ini digunakan secara fungsional untuk berkebun, bertani, hingga menyembelih hewan.
Biasanya, gagang dan sarungnya menggunakan kayu kuning yang khas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber