Ketua DPRD Gorontalo Siap Mundur Jika Gagal Pertemukan Massa Aksi dengan Gubernur dan Kapolda Pekan Depan
GORONTALO - Ketua DPRD Gorontalo, Thomas Mopili berjanji akan mempertemukan massa aksi dengan Gubernur dan Kapolda Gorontalo pekan depan.
Janji itu ia lontarkan di hadapan ribuan mahasiswa yang menggelar demo penolakan kenaikan tunjangan DPR di rumah dinas Gubernur Gorontalo sore tadi.
Mahasiswa ingin menyampaikan langsung empat tuntutan mereka di hadapan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dan Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Widodo.
Baca juga: Mahasiswa Kecewa hingga Duduki Rudis Gubernur Usai Gubernur dan Kapolda Gorontalo Tak Kunjung Hadir
Sayangnya, keinginan mereka tidak terpenuhi. Mereka kecewa dan mengancam akan menduduki rumah dinas gubernur.
Meski begitu, Thomas Mopili yang hadir di tengah massa aksi tetap mendengarkan tuntutan mereka.
Ia bahkan bersedia dituntut mundur dari jabatannya jika gagal menunaikan janjinya pekan depan.
Baca juga: Mahasiswa hingga Ojol di Gorontalo Kirim Doa untuk Ojol yang Tewas Terlindas Rantis Brimob
"Gubernur, Kapolda, dan Ketua DPRD akan hadir di kantor DPRD untuk menemui adik-adik mahasiswa," kata Thomas.
Mahasiswa yang mendengar hal itu sempat ragu. Mereka menuntut bukan cuma Thomas yang mundur, tetapi gubernur, dan kapolda pun ikut mundur.
Namun, Thomas lagi-lagi meyakinkan jika apa yang dijanjikan pasti akan ditepati.
Baca juga: Tolak Kenaikan Tunjangan DPR, Demo Mahasiswa di Gorontalo Dijaga Ketat Polisi
Bahkan jika gagal, ia bukan cuma mundur dari jabatannya, tapi mundur sebagai anggota DPRD.
"Saya tidak bisa menjamin gubernur mau mundur. Saya tidak bisa menjami kapolda mau mundur. Tapi Thoma Mopili siap mundur. Catat itu," ungkap Thomas.
Mendengar hal itu, mahasiswa pun akhirnya menerima, dan membubarkan diri secara tertib.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berinti.id