GORONTALO – Tiga daerah di Provinsi Gorontalo, yaitu Kota Gorontalo, Kabupaten Boalemo, dan Kabupaten Pohuwato masuk dalam daftar wilayah yang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) campak pada tahun 2025.
Data ini dirilis oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 24 Agustus 2025.
Direktur Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine, menyebutkan bahwa tren turunnya cakupan imunisasi rutin lengkap dalam beberapa tahun terakhir menjadi faktor utama meningkatnya kasus campak di Indonesia, termasuk di Gorontalo.
Baca juga: 14 Provinsi dengan Kasus KLB Campak Terbanyak per Agustus 2025: Gorontalo Masuk
"Cakupan imunisasi rutin lengkap di Indonesia pernah mencapai 92% pada 2018, tapi turun jadi 87,8% pada 2023. Tren ini berimbas langsung pada meningkatnya kasus campak," jelas Prima dalam konferensi pers daring, Selasa 26 Agustus 2025 kemarin.
Secara nasional, Kemenkes mencatat terdapat 23.128 kasus suspek campak sepanjang Januari hingga 24 Agustus 2025.
Dari jumlah tersebut, 20.710 sampel telah diperiksa laboratorium, dan 3.444 di antaranya terkonfirmasi positif campak dengan positivity rate sebesar 16,6%.
Baca juga: Tarif PBB Naik Nggak Masalah, PKL Kota Gorontalo: yang Penting Masih Terjangkau
Dari sisi distribusi wilayah, Provinsi Gorontalo menjadi salah satu daerah di Indonesia yang melaporkan KLB campak pada 2025.
Boalemo, Pohuwato, dan Kota Gorontalo kini masuk daftar daerah terdampak bersama dengan sejumlah kabupaten/kota lain di 14 provinsi.
Kemenkes menegaskan, campak yang dikategorikan KLB adalah kasus yang sudah dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium.
Artinya, antibodi campak benar-benar ditemukan pada pasien dengan gejala. Hingga Agustus 2025, tercatat sudah ada 46 KLB campak di Indonesia.
Jumlah ini diprediksi bisa bertambah bila cakupan imunisasi rutin tidak segera diperkuat di tingkat daerah, termasuk di Gorontalo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemenkes