Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 29 AGUSTUS 2025 • 11:23 WIB

281 Kasus Suspek Campak Tercatat di Pohuwato hingga Agustus 2025, Ada yang Disertai Komplikasi

281 Kasus Suspek Campak Tercatat di Pohuwato hingga Agustus 2025, Ada yang Disertai KomplikasiIlustrasi sampah (Istimewa)

GORONTALO – Kasus campak di Kabupaten Pohuwato menjadi perhatian serius pemerintah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Anang S. Otoluwa menyampaikan sejak Januari hingga Agustus 2025 ada 281 kasus suspek campak di Pohuwato.

Sebagian besar penderita berasal dari kelompok usia 1–4 tahun (55%). Kelompok usia 5–9 tahun menyumbang 27% kasus, bayi di bawah 1 tahun 10%, dan sisanya sekitar 8% terjadi pada kelompok usia di atas 10 tahun.

Baca juga: Kota Gorontalo, Boalemo, dan Pohuwato Masuk Daftar KLB Campak 2025

Lebih dari 60% pasien juga diketahui tidak pernah mendapatkan imunisasi campak. Sementara hanya sekitar 6% yang sudah pernah menerima imunisasi satu kali atau lebih.

Anang juga menambahkan bahwa beberapa kasus disertai komplikasi medis, mulai dari pneumonia, diare, hingga infeksi paru-paru.

Walaupun ada pasien yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit, sebagian besar kasus dapat ditangani di puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Baca juga: 14 Provinsi dengan Kasus KLB Campak Terbanyak per Agustus 2025: Gorontalo Masuk

“Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan cakupan imunisasi dasar lengkap dan surveilans penyakit menular agar kasus serupa bisa dicegah di masa depan,” ujar Anang, Senin, 25 Agustus 2025 kemarin.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Jeane Istanti Dalie, menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Pohuwato dan puskesmas setempat.

Upaya ini difokuskan pada penguatan deteksi dini kasus, investigasi epidemiologi, dan tindak lanjut cepat setiap laporan yang masuk.

Baca juga: Satpol PP Minta Pedagang dan Warga di Jalan Nani Wartabone Laporkan Pengunjung yang Bawa Miras

“Setiap laporan kasus langsung diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh tim surveilans. Kami juga memastikan ketersediaan vaksin serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran pentingnya imunisasi," katanya.

"Penanganan tidak hanya fokus pada kuratif, tetapi juga pada upaya preventif agar kejadian luar biasa dapat dicegah,” sambungnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

281 Kasus Suspek Campak Tercatat di Pohuwato hingga Agustus 2025, Ada yang Disertai Komplikasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!