Massa aksi mulai memasuki halaman rudis Gubernur Gorontalo (HO/Husnul Puhi)
GORONTALO - Demo menolak kenaikan tunjangan DPR di Gorontalo sempat memanas.
Mahasiswa menuntut ingin bertemu Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dan Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Widodo.
Namun, Gubernur dan Kapolda tak kunjung menemui massa aksi.
Baca juga: Mahasiswa hingga Ojol di Gorontalo Kirim Doa untuk Ojol yang Tewas Terlindas Rantis Brimob
Hal itu membuat mahasiswa kecewa. Mereka membakar ban hingga menduduki rumah dinas Gubernur Gorontalo.
Demo kali ini mahasiswa membawa empat tuntutan utama.
Pertama, mereka mendesak DPRD Gorontalo benar-benar menjadi corong aspirasi rakyat.
Baca juga: Mahasiswa hingga Ojol di Gorontalo ke Rudis Gubernur, Minta Kapolda Hadir
DPRD harus menolak seluruh bentuk privilese serta tunjangan berlebihan anggota DPR RI, terutama tunjangan perumahan.
Massa juga menuntut proses legislasi dilakukan secara transparan, partisipatif, dan berpihak kepada masyarakat.
Kedua, DPRD Gorontalo diminta segera menyatakan sikap resmi untuk menolak wacana kenaikan tunjangan DPR RI.
Baca juga: Tolak Kenaikan Tunjangan DPR, Demo Mahasiswa di Gorontalo Dijaga Ketat Polisi
Ketiga, mahasiswa menuntut DPRD memaparkan perkembangan kerja Panitia Khusus (Pansus) dalam forum sidang rakyat yang rencananya akan digelar di Universitas Negeri Gorontalo.
Keempat, DPRD Gorontalo diingatkan agar memperkuat fungsi pengawasan, khususnya menyangkut isu lingkungan, eksploitasi sumber daya alam, hingga praktik ilegal di kawasan perairan konservasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berinti.id