GORONTALO - Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Eduart Wolok, buka suara soal diksar Mapala Butaiyo Nusa, Fakultas Ilmu Sosial yang tak berizin.
Eduart bilang, selain tak mengantongi izin kepolisian, kegiatan yang berujung maut itu juga tak mengantongi izin lembaga kampus.
"Jangankam izin kepolisian, izin kampus saja tidak ada, itu sudah pasti salah," kata Eduart, Selasa, 23 September 2025.
Baca juga: Mahasiswa Meninggal Usai Diksar Mapala, Rektor UNG: Saya Sangat Kehilangan
Eduart mengakui pihaknya baru bisa memberikan pernyataan resmi beberapa hari setelah kejadian karena masih fokus mengurusi jenazah korban.
Dirinya juga telah membentuk tim investigasi untuk menelusuri kasus ini lebih dalam sebelum mengambil tindakan.
"Kami sudah membentuk tim untuk menggali keterangan lebih dalam. Sudah ada beberapa keterangan yang saya dapatkan dan itu akan menjadi dasar mengambil tindakan," sambungnya.
Baca juga: Kata Rektor UNG Soal Diksar Mapala Ilegal yang Renggut Nyawa Mahasiswa
Sejauh ini, kata dia, organisasi mahasiswa telah dilarang melaksanakan kegiatan di luar kampus. Apalagi, kegiatan yang berisiko tinggi terhadap keselamatan mahasiswa.
Namun setelah kejadian ini, Eduart memastikan akan meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan organisasi mahasiswa, termasuk pengkaderan.
"Termasuk keterlibatan alumni akan kita atur berdasarkan porsinya, jangan melebihi porsinya," tegasnya.
Baca juga: Wahyudin Moridu Terbukti Langgar Kode Etik dan Sumpah Jabatan Anggota DPRD
Lebih lanjut, Eduart memastikan pihaknya akan memberikan sanksi tegas terhadap semua yang terlibat dalam insiden ini.
Bukan cuma mahasiswa, pimpinan fakultas yang membawahi organisasi mahasiswa juga bisa mendapatkan sanksi atau teguran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan