Rektor UNG larang keras mahasiswanya ikut pengkaderan di luar kampus tanpa izin (HO/Husnul Puhi)
GORONTALO – Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Eduart Wolok, mengingatkan mahasiswanya agar tidak sembarangan mengikuti kegiatan di luar kampus.
Apalagi kegiatan di luar kampus yang bersifat pengkaderan tanpa izin resmi lembaga.
Pernyataan ini disampaikan Eduart setelah insiden duka yang menimpa seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial UNG, Mohamad Jeksen.
Baca juga: Diksar Mapala FIS UNG Ilegal: Mahasiswa hingga Pimpinan Kampus Bisa Kena Sanksi
Jeksen meninggal dunia usai mengikuti diksar Mapala yang digelar tanpa izin kampus beberapa hari lalu.
Eduart bilang beberapa bulan lalu UNG juga kehilangan tiga mahasiswa saat mengikuti program KKN.
Meski kegiatan tersebut resmi dan legal, pihak kampus tetap melakukan antisipasi dengan memperketat aturan serta mengeluarkan larangan kegiatan mahasiswa di luar kampus tanpa izin.
Baca juga: Mahasiswa Meninggal Usai Diksar Mapala, Rektor UNG: Saya Sangat Kehilangan
"Kegiatan Tri Dharma itu luas. Kemarin kita ada korban juga, tapi konteksnya berbeda. Artinya kita tetap melakukan antisipasi dan mitigasi terhadap keadaan ini. Salah satunya dengan melarang kegiatan di luar.” kata Eduart, Selasa, 23 September 2025.
Ia menekankan, larangan itu berlaku bagi semua mahasiswa UNG baik yang baru maupun lama.
Eduart juga meminta agar mahasiswa berani menolak kegiatan ilegal dan segera melapor bila mendapat ancaman dari senior.
Baca juga: Kata Rektor UNG Soal Diksar Mapala Ilegal yang Renggut Nyawa Mahasiswa
"Kegiatan kemahasiswaan di luar kampus, apalagi bersifat pengkaderan tanpa izin lembaga, jangan diikuti," tegasnya.
“Kalau ada ancaman sanksi dari senior, jangan takut, segera laporkan ke lembaga,” sambungnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan