GORONTALO — Museum kini tidak lagi sekadar menjadi tempat penyimpanan barang-barang kuno yang sunyi dan berdebu.
Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen penuh untuk menghadirkan pelayanan edukasi terbaik bagi masyarakat.
Ada dua museum yang layak dijadikan wisata edukasi sejarah bagi masyarakat yakni Museum Purbakala dan Museum pendaratan Soekarno.
Baca juga: Bupati Gorontalo Desak Kades dan Kepala Sekolah Jaga Akuntabilitas Anggaran Daerah
Fasilitas ini disediakan khusus guna menunjang kebutuhan riset para pelajar, akademisi, peneliti, budayawan, hingga komunitas pencinta sejarah setempat.
Daftar Museum Perjuangan Penuh Sejarah di Gorontalo
Destinasi pertama yang wajib dikunjungi adalah Museum Purbakala Provinsi Gorontalo yang dikelola resmi berdasarkan regulasi Peraturan Gubernur Nomor 63 Tahun 2017.
Museum ini berdiri di Jalan Bypass Kota Gorontalo, Kelurahan Tamalate, Kota Timur, Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Baca juga: Lamine Yamal: Saya Tidak Takut Prancis, Kami Juara Eropa
Sebagai unit pelaksana teknis daerah, museum ini menjadi ruang publik yang aman untuk merawat dan memamerkan benda-benda bukti materiil hasil peradaban manusia serta alam.
Para pengunjung dapat mengeksplorasi sepuluh jenis klasifikasi koleksi ilmiah yang sangat lengkap dan bernilai tinggi di dalam gedung ini.
Ragam koleksi tersebut meliputi bidang keramologi, seni rupa, numismatika, historika, geologi, filologi, biologi, arkeologi, etnografika, hingga teknologi tradisional.
Baca juga: Rivalitas Messi vs Ronaldo Cerminkan Ideologi Politik dan Karakter Penggemarnya
Pilihan destinasi edukasi berikutnya yang sarat nilai heroisme nasional adalah Museum Pendaratan Soekarno yang terletak di tepian Danau Limboto.
Situs cagar budaya ini didirikan untuk mengabadikan momen heroik pendaratan perdana Presiden Soekarno di Gorontalo pada tahun 1950 menggunakan pesawat amfibi Catalina.
Misi penerbangan presiden pertama tersebut sangat krusial demi mengonsolidasikan kekuatan rakyat dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bung Karno kemudian tercatat kembali mendatangi lokasi yang sama pada tahun 1956 guna menuntaskan agenda penting terkait kedaulatan negara.
Saat ini, bangunan bersejarah tersebut berfungsi sebagai museum yang menyimpan rapi dokumentasi foto lawas, radio kuno, buku-buku bersejarah, hingga peralatan tani masa lalu.
Melalui kunjungan ke dua museum utama ini, masyarakat dapat belajar menghargai warisan budaya sekaligus memetik inspirasi dari lembaran sejarah perjuangan bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber