GORONTALO — Semenanjung Provinsi Gorontalo tidak hanya menyimpan pesona alam yang memukau, tetapi juga kekayaan kuliner tradisional yang sarat akan nilai historis.
Salah satu warisan rasa yang paling ikonik dan wajib dicicipi saat berkunjung ke Serambi Madinah adalah Ilabulo.
Kudapan unik ini mengombinasikan kelembutan tepung sagu dengan potongan jeroan seperti ati ampela serta balutan bumbu rempah yang berani.
Baca juga: Kadinkes Gorontalo Ajak Warga Hapus Stigma dan Kenali Gejala Dini Penyakit Kusta
Bagi pencinta tekstur, masyarakat lokal sering kali menambahkan irisan kulit ayam untuk memberikan sensasi lemak yang gurih di setiap gigitan.
Adonan kaya rempah ini kemudian dibungkus rapi menggunakan daun pisang sebelum dimatangkan lewat proses pengukusan atau pembakaran di atas bara api.
Jejak Sejarah dan Filosofi Pemersatu Bangsa
Popularitas Ilabulo nyatanya bukan jepretan tren instan karena eksistensinya telah tercatat sejak abad ke-15 silam.
Baca juga: Sama-sama Alumni SMA N 3 Jakarta, Erick Thohir Ungkapan Duka Mendalam atas Wafatnya Rachmat Gobel
Pada era tersebut, makanan ini menduduki kasta terhormat sebagai sajian eksklusif bagi para penguasa dan hidangan wajib dalam upacara adat.
Secara etimologi, nama Ilabulo berakar dari kosakata lokal yang mengandung makna totombowata atau filosofi bersatu padu.
Dalam rekam jejak diplomasi kuno, hidangan ini kerap disajikan sebagai simbol resmi perdamaian ketika raja-raja Gorontalo berunding dengan kerajaan tetangga.
Baca juga: Gorontalo Berduka, Rachmat Gobel Tutup Usia
Berkat nilai historis dan budayanya yang begitu kuat, negara secara resmi menetapkan Ilabulo sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2019.
Karakteristik Unik yang Memikat Lidah
Ilabulo menawarkan sensasi rasa pedas gurih yang berpadu sempurna dengan tekstur kenyal yang sangat memanjakan mulut.
Meskipun kini mudah dijumpai sehari-hari, kehadiran kuliner ini tetap terasa paling magis dan dinanti saat momentum bulan suci Ramadan tiba.
Daya tahan makanan ini terbilang cukup tangguh karena mampu bertahan di suhu ruangan selama dua hingga tiga hari tanpa pengawet buatan.
Bagi mereka yang menerapkan pola hidup vegetarian, buah nangka muda sering dijadikan opsi cerdas pengganti ati ampela tanpa mengurangi kelezatan aslinya.
Panduan Meracik Ilabulo Otentik di Rumah
Untuk mencoba resep ini di rumah, siapkanlah bahan utama berupa 200 gram ati ampela serta kulit ayam segar.
Sediakan pula kombinasi 200 gram tepung sagu, 50 gram tepung terigu, 300 ml air bersih, dan 60 ml santan kental.
Untuk bumbu halusnya, Anda membutuhkan 10 buah cabai rawit, 2 buah cabai merah, 3 siung bawang putih, merica, kaldu bubuk, serta garam.
Langkah Pembuatan
1. Sterilisasi dan Perebusan Bahan Utama
Rendam potongan ati ampela dan kulit ayam dalam perasan jeruk nipis selama 15 menit, bilas hingga bersih, lalu rebus hingga matang sempurna.
2. Penyiapan dan Penumisan Bumbu Halus
Potong dadu kecil seluruh jeroan yang telah matang, kemudian tumis bumbu halus dengan minyak kelapa sampai mengeluarkan aroma harum yang matang.
3. Pengentalan Adonan Sagu
Masukkan potongan jeroan ke tumisan, tuangkan larutan tepung, santan, serta air, lalu aduk cepat di atas api kecil hingga adonan mengental padat.
4. Pembungkusan dan Proses Pembakaran
Bungkus adonan dalam daun pisang layaknya pepes, kukus selama 20 menit, lalu bakar sebentar di atas bara hingga daun mengering dan aromanya keluar.
Kini, rahasia dapur para raja Gorontalo sudah berada di tangan Anda untuk dipraktikkan langsung di rumah.
Selamat mencoba meracik warisan rasa Nusantara ini di dapur kesayangan Anda!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber