Minggu, 28 JUNI 2026 • 02:22 WIB

Sisi Humanis Lionel Messi yang Selaras dengan Nilai Luhur Islam

Author

Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi (Instagram @leomessi)

GORONTALO — Menilai karakter seorang tokoh dunia secara objektif menuntut kita untuk bersikap adil, termasuk ketika melihat sisi positif dari mega bintang sepak bola, Lionel Messi.

Meskipun kapten timnas Argentina ini beragama non-Muslim, beberapa prinsip hidupnya tampak sejalan dengan nilai moral yang dijunjung tinggi dalam Islam.

Tentu saja keselarasan perilaku ini tidak mengubah status keyakinannya, karena status sebagai Muslim mutlak bersandar pada keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya melalui dua kalimat syahadat.

Baca juga: Merawat Tradisi Lewat Sepotong Kue: Kehangatan Filosofi di Balik Festival Apangi Gorontalo

Prinsip keadilan dalam menilai sesama ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur'an:

"Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa." (QS. al-Maidah [5]: 8)

Berikut adalah beberapa aspek kehidupan Messi yang mencerminkan nilai-nilai luhur tersebut.

Baca juga: Info Lengkap Kantor BPJS Kesehatan Gorontalo: Alamat, Jadwal, dan Layanan

1. Sikap Tawaduk di Puncak Popularitas

Sebagai pemain yang sering dijuluki The Greatest of All Time (GOAT) karena koleksi trofi legendarisnya, Messi justru dikenal sebagai pribadi yang minim bicara dan jauh dari kesan angkuh.

Sikap rendah hati yang ia tunjukkan di dalam maupun di luar lapangan ini selaras dengan larangan Islam untuk berjalan dengan kesombongan:

"Janganlah engkau berjalan di bumi dengan sombong. Sesungguhnya engkau tidak akan mampu menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung." (QS. al-Isra [17]: 37)

Baca juga: Napak Tilas Kunjungan Kedua Soekarno di Gorontalo: Gulung Semua

2. Kepedulian Sosial Melalui Kedermawanan

Melalui yayasan kemanusiaan yang didirikannya, sang bintang aktif menyalurkan bantuan finansial untuk mendukung sektor pendidikan dan kesehatan anak-anak kurang mampu di berbagai belahan dunia.

Tindakan gemar mengulurkan tangan kepada sesama ini mengingatkan kita pada pesan mendalam dari Rasulullah Saw mengenai keutamaan memberi:

"Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

3. Totalitas Kerja dan Kedisiplinan Tinggi

Karier gemilang pemain bernomor punggung 10 ini dibangun lewat kerja keras ekstrem sejak kecil demi mengatasi keterbatasan fisik akibat gangguan hormon pertumbuhan.

Etos kerja tinggi dan profesionalisme tanpa batas seperti ini sangat dihargai dalam Islam, sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadis:

"Sesungguhnya Allah mencintai apabila salah seorang di antara kalian mengerjakan suatu pekerjaan, ia mengerjakannya dengan sebaik-baiknya." (HR. al-Baihaqi)

4. Prioritas pada Keharmonisan Keluarga

Di tengah gemerlap dunia sepak bola modern yang penuh dengan drama komersial, ia memilih hidup tenang dan menjaga komitmen penuh bersama istri serta anak-anaknya.

Langkah menjaga keutuhan rumah tangga dari gaya hidup glamor ini sejalan dengan teladan Nabi Muhammad Saw dalam menempatkan posisi keluarga:

"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku." (HR. al-Tirmizi)

5. Menahan Diri dari Provokasi Lawan

Ketika menghadapi tekanan tinggi atau benturan fisik di lapangan hijau, Messi umumnya mampu mengontrol emosi dan lebih memilih membalas lewat kualitas permainan.

Kemampuan mengendalikan ego dan menahan amarah di tengah situasi panas ini merupakan indikator kekuatan mental yang sesungguhnya:

"Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, melainkan yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Meskipun kelima karakter di atas patut diapresiasi, seorang Muslim harus tetap bijak karena ada aspek lain dalam budaya Barat yang melekat pada Messi. Misalnya seperti seni tato, yang bertentangan dengan syariat.

Oleh karena itu, figur seorang Messi bukan untuk ditiru secara mutlak, melainkan hanya diambil pelajaran baiknya yang selaras dengan tuntunan agama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Muhammadiyah

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU