GORONTALO — Bagi masyarakat awam, membedakan antara kambing dan domba sering kali menjadi hal yang membingungkan.
Apalagi menjelang Hari Raya Iduladha, kedua jenis hewan berkuku belah ini sama-sama menjadi primadona sebagai hewan kurban.
Secara sekilas, keduanya memang terlihat mirip karena memiliki ukuran tubuh yang hampir serupa dan suara embikan yang hampir sama.
Baca juga: Jamin Ketahanan Pangan Jelang Iduladha, Pemkab Gorontalo Salurkan CPP untuk Puluhan Ribu KPM
Namun, dalam ilmu taksonomi biologi maupun dunia peternakan, kambing (Capra hircus) dan domba (Ovis aries) adalah dua spesies yang sepenuhnya berbeda.
Mereka bahkan memiliki jumlah kromosom yang tidak sama: kambing memiliki 60 kromosom, sedangkan domba memiliki 54 kromosom.
Agar Anda tidak salah mengenali keduanya saat berada di pasar hewan atau tempat penjualan kurban, berikut adalah perbedaan mendasar antara kambing dan domba yang perlu Anda ketahui.
Baca juga: Hukum Berkurban untuk Orang yang Sudah Meninggal Menurut Ulama
1. Karakteristik Bulu
Perbedaan yang paling mencolok dan mudah dikenali dengan mata telanjang terletak pada jenis bulunya:
Domba memiliki bulu yang cenderung tebal, keriting, gembul, dan menyerupai wol. Bulu domba akan terus tumbuh lebat sehingga perlu dicukur secara berkala.
Sedangkan kambing memiliki bulu yang lurus, pendek, dan tumbuh rapat di kulitnya. Bulu kambing tidak mengalami pertumbuhan lebat seperti wol pada domba.
Baca juga: Jangan Sampai Terlewat, Ini Doa Buka Puasa Arafah Serta Keutamaannya
2. Posisi Ekor Saat Beraktivitas
Jika Anda masih ragu melihat bulunya, perhatikan bagian ekor kedua hewan tersebut saat mereka sedang berdiri atau berjalan
Ekor domba selalu menggantung ke arah bawah. Beberapa peternak bahkan melakukan pemotongan ekor pada jenis domba tertentu demi alasan kebersihan.
Sedangkan ekor kambing selalu tegak mengarah ke atas, kecuali jika mereka sedang dalam kondisi sakit, ketakutan, atau merasa terancam.
3. Kebiasaan Makan
Kambing dan domba memiliki insting dan metode yang sangat bertolak belakang dalam mencari serta mengonsumsi makanan mereka.
Kambing adalah tipe pemakan semak dan dedaunan. Mereka sangat aktif, suka memilah makanan, dan kerap kali mengangkat dua kaki depannya untuk meraih pucuk daun di ranting pohon yang tinggi.
Bedanya domba adalah tipe pemakan rumput lapangan. Mereka lebih suka merumput di atas permukaan tanah secara berkelompok dengan kepala yang selalu menunduk ke bawah untuk memotong rumput pendek.
4. Perilaku Sosial dan Karakter Dasar
Secara psikologis dan kepribadian kelompok, kedua hewan ini menunjukkan dinamika sosial yang kontras.
Domba terkenal memiliki insting kawanan (herding) yang sangat kuat. Domba cenderung mudah panik jika terpisah dari kelompoknya dan akan selalu bergerak bersama-sama mengikuti ke mana arah kelompoknya pergi.
Sementara kambing memiliki jiwa yang lebih independen, mandiri, dan penuh rasa ingin tahu.
Kambing jauh lebih lincah, gemar menjelajah tempat baru, dan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan yang menantang.
5. Bentuk Fisik Kepala dan Anatomi Atas
Jika dicermati lebih dekat pada area wajah, terdapat perbedaan detail pada bagian bibir dan tanduk.
Domba: Memiliki bibir atas yang memiliki celah vertikal jelas. Selain itu, tanduk domba umumnya melengkung ke belakang lalu memutar ke depan di samping telinganya.
Kambing: Bibir atasnya tidak memiliki celah vertikal yang tegas.
Tanduk kambing biasanya tumbuh mengarah ke atas lalu melengkung ke belakang secara lurus, dan beberapa jenis kambing jantan memiliki janggut di bawah dagunya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber