GORONTALO - Hari Raya Iduladha selalu identik dengan momen kebersamaan keluarga yang hangat, ditemani dengan aneka hidangan spesial berbahan dasar daging kurban.
Namun, salah satu tantangan terbesar yang sering dihadapi oleh para ibu rumah tangga maupun pencinta kuliner saat mengolah daging kambing adalah aroma khasnya yang tajam atau sering disebut bau prengus.
Jika tidak ditangani dengan metode yang tepat sebelum dimasak, aroma kurang sedap ini tetap akan menempel dan berpotensi mengurangi kelezatan masakan, sekalipun sudah dibumbui dengan banyak rempah.
Baca juga: Menilik Karakter dan Sisi Lain Seseorang Berdasarkan Urutan Kelahiran dalam Keluarga
Untungnya, alam telah menyediakan berbagai bahan dapur yang sangat efektif untuk menetralisir aroma tidak sedap tersebut tanpa harus merusak tekstur maupun rasa asli daging.
Menggunakan pendekatan alami jauh lebih aman dan mampu menjaga kualitas nutrisi di dalam daging tetap prima.
Dengan memahami karakteristik dari masing-masing bahan alami ini, proses pembersihan daging kurban akan menjadi lebih mudah dan menghasilkan hidangan yang menggugah selera.
Baca juga: Berapa Maksimal Orang untuk Patungan 1 Ekor Sapi? Ini Tata Cara Kurban Kolektif
Kekuatan Asam Alami dari Jeruk Nipis dan Nanas Muda
Salah satu metode yang paling populer dan terbukti ampuh dalam dunia kuliner adalah memanfaatkan tingkat keasaman yang tinggi dari buah-buahan.
Melumuri permukaan daging kambing dengan perasan air jeruk nipis atau lemon segar selama beberapa menit sebelum dibilas mampu memecah senyawa penyebab bau prengus secara instan.
Selain memberikan aroma segar yang khas, kandungan asam ini juga berfungsi sebagai antiseptik alami yang membersihkan sisa kotoran pada permukaan daging.
Baca juga: Pemkab Gorontalo Pacu Realisasi Program UPLAND Jelang Batas Akhir September
Selain jeruk nipis, parutan nanas muda juga memegang peranan ganda yang sangat menguntungkan dalam persiapan memasak.
Kandungan enzim bromelin yang terdapat di dalam nanas muda tidak hanya bekerja cepat mengikat dan meluruhkan aroma tajam pada daging kambing, tetapi juga memiliki kemampuan alami untuk memutus serat-serat daging yang kaku.
Hasilnya, daging kambing tidak hanya bebas dari bau prengus yang mengganggu, tetapi juga menjadi jauh lebih empuk dan lembut saat digigit setelah matang nanti.
Pemanfaatan Garam Kasar dan Daun Herbal untuk Menetralisir Aroma
Teknik tradisional lain yang tidak kalah efektif adalah dengan mengoptimalkan penggunaan garam kasar atau garam laut.
Dengan membalurkan garam secara merata ke seluruh bagian daging dan mendiamkannya selama kurang lebih satu jam, cairan internal daging yang membawa aroma prengus akan tertarik keluar melalui proses osmosis.
Setelah proses pendiaman selesai, daging cukup dicuci bersih dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa garam beserta aroma tidak sedap yang ikut larut bersamanya.
Bagi yang menyukai aroma herba yang menenangkan, memanfaatkan daun-daun beraroma kuat seperti daun jeruk purut atau daun jambu biji bisa menjadi opsi yang sangat cerdas.
Caranya adalah dengan meremas-remas daun tersebut bersama daging kambing, atau menjadikannya sebagai bahan campuran utama saat melakukan teknik perebusan awal atau blanching.
Minyak atsiri yang terlepas dari remasan daun herbal ini akan langsung menyelimuti daging dan mendominasi aroma, sehingga bau prengus yang semula tajam dapat diredam dengan sangat baik sebelum daging masuk ke tahap penggorengan atau penumisan bumbu utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Beautynesia