GORONTALO — Eksistensi partai politik merupakan pilar utama dalam menjaga tegaknya sistem demokrasi di Indonesia.
Partai politik menjadi kawah candradimuka dalam menjaring calon-calon pemimpin masa depan.
Dalam konstelasi politik tanah air, kepemilikan basis massa yang luas merupakan aset sosial yang sangat berharga.
Baca juga: Daftar Landmark Ikonik Gorontalo yang Wajib Dikunjungi Wisatawan
Dukungan konkret dari publik inilah yang menjadi modal utama bagi partai untuk mendudukkan kader terbaiknya di pos-pos strategis pemerintahan, baik di ranah legislatif maupun eksekutif, guna mengarahkan haluan pembangunan nasional.
Oleh karena itu, menjaga popularitas dan merebut simpati publik menjadi agenda krusial bagi setiap partai.
Lembaga riset IndekStat merilis peta kekuatan terbaru mengenai tingkat pengenalan (popularitas) serta tingkat kesukaan (likeabilitas) partai politik di mata masyarakat pada awal tahun 2026.
Baca juga: Gubernur Gorontalo ke Istri Pejabat: Mau Jadi 'Gas' Pembawa Petaka atau 'Rem' Anti-Korupsi?
Peta Popularitas: Partai Golkar Memimpin di Puncak
Dalam hal tingkat pengenalan masyarakat, Partai Golkar sukses mengamankan posisi teratas dengan persentase mencapai 94,4%.
Tingginya atensi publik ini sejalan dengan banyaknya figur populer dari partai berlambang pohon beringin tersebut yang mengisi pos kabinet pemerintahan periode 2024–2029.
Beberapa nama besar dari Golkar di jajaran menteri antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, serta Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.
Baca juga: Gorontalo Masuk 10 Provinsi dengan Akses Air Layak Tertinggi 2025
Di samping itu, tokoh senior Luhut Binsar Pandjaitan juga dipercaya mengemban posisi sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional.
Menempel ketat di peringkat kedua adalah Partai Gerindra yang mengantongi tingkat popularitas 94,2%.
PDI Perjuangan membuntuti di urutan ketiga dengan angka 92,4%, sementara Partai Demokrat (87,9%) dan PAN (86,8%) melengkapi jajaran lima besar.
Selanjutnya, posisi berikutnya diisi oleh Partai NasDem (86,2%), PKB (85,0%), dan PKS (77,2%).
Menariknya, dua partai yang saat ini berstatus non-parlemenkarena belum menembus ambang batas 4% pada pemilu lalu tetap mampu menembus sepuluh besar popularitas, yakni PPP dengan raihan 76,8% dan Perindo di angka 73,4%.
Peta Kesukaan: Partai Gerindra Jadi Idola Publik
Ketika indikator bergeser pada aspek tingkat kesukaan publik, peta persaingan menunjukkan dinamika yang berbeda.
Partai Gerindra melesat ke urutan pertama sebagai partai yang paling memikat hati masyarakat dengan persentase 84,1%.
Sebagai motor utama koalisi pemerintahan, partai besutan Presiden Prabowo Subianto ini menempatkan deretan kader intinya di jajaran kabinet.
Beberapa di antaranya adalah Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Posisi kedua untuk kategori tingkat kesukaan ditempati oleh Partai Demokrat dengan raihan 74,1%, disusul oleh Partai Golkar yang mengantongi angka 71,5%.
Berikut merupakan daftar lengkap tingkat kesukaan parpol di awal tahun 2026:
- Partai Gerindra: 84,1%
- Partai Demokrat: 74,1%
- Partai Golkar: 71,5%
- PKB: 65,8%
- PAN: 61,3%
- Partai NasDem: 60,7%
- PPP: 59,3%
- PKS: 58,8%
- Perindo: 53,7%
- PDI Perjuangan: 51,3%
Landasan Metodologi Riset
Data komprehensif ini dihimpun melalui jajak pendapat nasional oleh IndekStat yang bergulir pada 11–25 Januari 2026.
Target populasi riset adalah warga negara Indonesia yang telah genap berusia 17 tahun ke atas atau sudah memiliki hak pilih pada pemilu mendatang.
Survei ini melibatkan 1.200 responden yang dipilih menggunakan teknik multistage random sampling dengan proporsi gender yang seimbang antara pria dan wanita.
Margin kesalahan dari riset ini berada di kisaran ± 2,89%. Guna menjaga kualitas dan keabsahan data, pengumpulan informasi dilakukan secara tatap muka langsung oleh tim enumerator yang terlatih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Goodstats