GORONTALO — Peringatan Hardiknas 2026 merupakan momentum tepat untuk meresapi filosofi pendidikan melalui deretan puisi yang menyentuh hati dan penuh makna.
Setiap baitnya merepresentasikan semangat partisipasi semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu serta menghargai dedikasi para pendidik di seluruh penjuru negeri.
Karya sastra ini hadir sebagai pengingat akan perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam melahirkan profil manusia merdeka yang cerdas secara lahir maupun batin.
Baca juga: Memahami Pengertian Manusia Merdeka Menurut Ki Hajar Dewantara Secara Sederhana
Berikut ini 10 puisi tentang Hardiknas yang dikutip dari berbagai sumber:
1. Napak Tilas Ki Hajardewantara
Karya: Rayi Sekaraji
Bumi Nusantara diliputi kegelapan
Oleh bayang-bayang penindasan
Kebodohan menghantui seluruh persada
Hingga penderitaan mendekati sempurna
Di tengah kegelapan dan penderitaan
Muncul seberkas cahaya
Yang memberikan harapan
Bagi tunas-tunas muda
Pewaris bumi pertiwi
Kaulah Ki Hajardewantara
Dengan Taman Siswamu
Dapat mengikis kebodohan
Yang membuat mudah diadu domba
Oleh penguasa yang durjana
Melalui ajaranmu
Tunas-tunas bangsa berani bangkit
Sehingga mempunyai kesadaran jiwa
Rasa cinta terhadap bangsa
Dan tanah air tercinta, Indonesia.
Baca juga: Makna Filosofi Logo Hardiknas 2026 Resmi Kemendikdasmen Lengkap dengan Link Download
2. Ki Hajar Dewantara
Karya: Sanusi Pane
Ki Hajar, kau adalah fajar bagi mereka yang menyeluh tentang kesadaran budi bangsa mu.
Kau memberikan pendidikan kepada rakyat biasa, mendorong semangat perjuangan bangsa.
Melawan penindasan. penamu bergetar menghantam penjajah dengan lidahmu.
Kau bangkitkan kesadaran pribumi indonesia kau tumbuhkan rasa cinta tanah air jaya
Kau menanamkan kepercayaan pada bangsa mu, ki hajar yang budiman.
Kau percikkan selalu kebijaksanan 'tuk masyarakatmu waktu tanpa peduli
Ki Hajar, seorang patriot yang mulia, menghidupkan semangat kemanusiaan di seluruh dunia.
Baca juga: Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei dan Mengingat Peran Ki Hajar Dewantara
3. Sekolahku
Kisah penting bermula dari bangkumu
Yang terbaik melangkah melalui tapak jalanmu
Gelak tawa maupun sendu yang hadir
Menjadi lembar pembuka tabir
Banyak teman di sekitar
Ada guru yang begitu sabar
Yang membimbing saat belajar
Agar pengetahuanku melebar
Kutekadkan hari tuk jadi nomor satu
Dalam segala kompetensi ilmu
Karena adalah harapanku
Tuk membahagiakan orang tuaku
Membanggakan guru
Menjunjung tinggi nama sekolahku
Tak ada jemu dalam menuntut ilmu
Jantungmu mendenyutkan cerita
Semangatmu mengucap cita-cita
Dan hadirmu menjadikan makna
Tak akan kusiakan waktu
Dengan bergumul pada hal yang tak perlu
Karena waktu tak sesingkat itu
Maka, ku tak kan mau menyesali
Dengan berbuat hal yang merugikan diri
Di sinilah kuhabiskan waktu
Tuk beride dan berguru
Bercanda riang dengan teman
Menjadi hal yang membahagiakan
Sekolahku... kebanggaanku
4. Pahlawan Pendidikanku
Karya: Roberta Nurlita
Dahulu ku tak tahu menahu tentang arti dunia ini
Aku tak tahu apa itu garis ataupun kata
Dulu sangatlah hampa tanpa ada coretan di kertas
Aku tak tahu harus diisi apa di kertas itu
Dulu hanya ada bermain sampai sang surya mulai terbenam
Tapi kini dunia sudah diselimuti warna-warni
Tentunya warna yang begitu indahnya sampai mata ini terkesan saat melihatnya
Tentang si kertas yang penuh akan garis dan coretan
Tentang warna yang harus kulukis di atas kertas
Juga tentang kata yang perlahan mulai kubaca
Terimakasih pada pahlawan kuucapkan
Untuk semua pahlawan pendidikan di Negeri ini
Pendidikanlah yang membuatku mengenal anganku
Anganku di mana kata pahlawan itu harus kugapai sampai ke langit
Kaulah pelita kehidupanku
Yang senantiasa menerangi diriku untuk menggapainya
Untuk menjalani hidupku menjadi lebih bermakna
Terimakasih sekali lagi kuucapkan atas pengabdianmu
Akan kubuktikan dengan menjadi penerusmu
Negri ini harus dipenuhi oleh orang-orang sepertimu
Supaya tak ada lagi anak bersedih tak bisa membaca
Supaya Negri ini tak lagi menangis akan sepinya penerusnya
Kelak kau akan bangga para pahlawanku
Atas jasa-jasamu menciptakan banyak pahlawan baru untuk Negeri ini
5. Terima Kasih Guru
Karya: David Aribowo
Doa guru mengiringi masa depanku
Doa orang tua menemani semangat belajarku
Kepergianku tidak akan menggantikan jasa guruku
Kepergianku akan menggantikan buah dari hasil kesabaran guruku
Terima kasih guru, sudah terlibat membentuk masa depanku
Terima kasih guru, telah membuatku menjadi orang yang hebat
Terima kasih guru, sudah menggantikan peran orang tuaku
Terima kasih guru, telah memancarkan harapanku yang hampir sirna
6. Pena
Karya: Ade Lanuardi Abdan Syakuro
Pena...
Kuikat ilmu dengannya...
Kutulis kisah sejarah bersamanya...
Pena...
Kugapai cita-cita dengannya
Tak lupa teriring doa dan usaha
Sebagai wujud penghambaanku pada sang Pencipta
Pena...
Bersamanya, kutulis cerita cinta berbau surga
Agar manusia tak terjebak pada dunia yang fana
Tak jelas asalnya, tak jelas pula hasilnya
Pena....
Simbol peradaban dari zaman purba ke zaman aksara
Di mana manusia tak lagi menghambakan diri pada mitos yang tak jelas asalnya
Pena...
Dengannya, hidup manusia menjadi mulia
Lantaran mencari ilmu untuk kesejahteraan dunia
7. Pahlawan yang Terlupakan
Karya: Ahmad Muslim Mabrur Umar
Cermatilah sajak sederhana ini, kawan
Sajak yang terkisah dari sosok sederhana pula
Sosok yang terkadang terlupakan
Sosok yang sering tak dianggap
Ialah pahlawan yang tak ingin disebut pahlawan
Terka-lah kiranya siapa pahlawan ini
Ingatlah lagi kiranya apa jasanya
la tak paham genggam senjata api
la tak bertarung di medan perang
Ucap, sabar dan kata hati menjadi senjatanya
Keberhasilanmu kawan, itulah jasanya
Cerdasmu dan cerdasku itu pula jasanya
Bukan ia yang diharap menang
Namun suksesmu dan suksesmulah menangnya
Dapatkah kiranya jawab siapa pahlawan ini
Karenanyalah kudapat tulis sajak ini
Karenanyalah kau dapat baca sajak ini
Juluknya ialah pahlawan tanpa tanda jasa
Mungkin telah teringat olehmu kawan
Mungkin telah kau terka jawabnya
Ialah pahlawan dan orang tua kedua
lalah guru, sang pahlawan yang terlupakan
8. Buku
Karya: Ari Maulana
Buku adalah jendela dunia...
Membaca membuat kita pintar
Memahaminya membuat kita sadar
Bahwa bumi tidaklah hanya alam sekitar
Banyak pemahaman di dalamnya
Banyak pengetahuan isinya
Melalui buku kita tahu segalanya
Melalui buku kita bisa menjelajah angkasa
Buku...
Banyak sekali jasamu
Isi perut Bumi pun bisa ku tahu
Hanya dengan membaca dan memahami mu
Tak pernah ku selami lautan luas
Tak pernah ku jelajah
Kutub Utara
Namun melalui buku aku bisa tahu
9. Guruku Pahlawanku
Karya: Pieter Wattimury
Jika Matahari tidak ada
Jika Matahari tidak bersinar lagi
Maka gelaplah dunia ini
Tak ada setitik pun cahaya menyinarinya
Tidak ada kehangatan yang terpancar
Guru...
Engkau seperti matahari
Bersinar dan memberi cahaya pendidikan
Dengan ketulusan engkau mendidik
Engkau mengajar dan membagi ilmu
Terimakasih atas segala jasamu
Engkaulah pahlawan bagiku
10. Hadiah dari Sang Guru
Karya: Rina Meya Zerlina
Pagi ini sang surya menampakkan dirinya
Dengan sombongnya seakan mempesona
Indahnya alam ketika langit mulai berwarna
Duduk di pojok aku menatap layar
Seakan menunggu kabar
Tunggu, memang benar menunggu kabar
Bukan dari yang bikin onar
Melainkan dari sang pengajar
Entah berapa banyak butir-butir itu berakhir
Nyatanya di tengah pandemi mereka terus mengalir
Tak sampai kami semua mangkir
Bergerak maju kami tanpa getir
Demi berlari memeluk masa depan tanpa terkilir
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber