Kamis, 30 APRIL 2026 • 18:58 WIB

10 Puisi Tentang Hardiknas yang Penuh Makna dan Menyentuh Hati

Author

Kumpulan puisi tentang Hardiknas (Indozone Gorontalo)

GORONTALO — Peringatan Hardiknas 2026 merupakan momentum tepat untuk meresapi filosofi pendidikan melalui deretan puisi yang menyentuh hati dan penuh makna. 

Setiap baitnya merepresentasikan semangat partisipasi semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu serta menghargai dedikasi para pendidik di seluruh penjuru negeri. 

Karya sastra ini hadir sebagai pengingat akan perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam melahirkan profil manusia merdeka yang cerdas secara lahir maupun batin.

Baca juga: Memahami Pengertian Manusia Merdeka Menurut Ki Hajar Dewantara Secara Sederhana

Berikut ini 10 puisi tentang Hardiknas yang dikutip dari berbagai sumber:

1. Napak Tilas Ki Hajardewantara

Karya: Rayi Sekaraji

Bumi Nusantara diliputi kegelapan

Oleh bayang-bayang penindasan

Kebodohan menghantui seluruh persada

Hingga penderitaan mendekati sempurna

Di tengah kegelapan dan penderitaan

Muncul seberkas cahaya

Yang memberikan harapan

Bagi tunas-tunas muda

Pewaris bumi pertiwi

Kaulah Ki Hajardewantara

Dengan Taman Siswamu

Dapat mengikis kebodohan

Yang membuat mudah diadu domba

Oleh penguasa yang durjana

Melalui ajaranmu

Tunas-tunas bangsa berani bangkit

Sehingga mempunyai kesadaran jiwa

Rasa cinta terhadap bangsa

Dan tanah air tercinta, Indonesia.

Baca juga: Makna Filosofi Logo Hardiknas 2026 Resmi Kemendikdasmen Lengkap dengan Link Download

2. Ki Hajar Dewantara

Karya: Sanusi Pane

Ki Hajar, kau adalah fajar bagi mereka yang menyeluh tentang kesadaran budi bangsa mu.

Kau memberikan pendidikan kepada rakyat biasa, mendorong semangat perjuangan bangsa.

Melawan penindasan. penamu bergetar menghantam penjajah dengan lidahmu.

Kau bangkitkan kesadaran pribumi indonesia kau tumbuhkan rasa cinta tanah air jaya

Kau menanamkan kepercayaan pada bangsa mu, ki hajar yang budiman.

Kau percikkan selalu kebijaksanan 'tuk masyarakatmu waktu tanpa peduli

Ki Hajar, seorang patriot yang mulia, menghidupkan semangat kemanusiaan di seluruh dunia.

Baca juga: Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei dan Mengingat Peran Ki Hajar Dewantara

3. Sekolahku

Kisah penting bermula dari bangkumu

Yang terbaik melangkah melalui tapak jalanmu

Gelak tawa maupun sendu yang hadir

Menjadi lembar pembuka tabir

Banyak teman di sekitar

Ada guru yang begitu sabar

Yang membimbing saat belajar

Agar pengetahuanku melebar

Kutekadkan hari tuk jadi nomor satu

Dalam segala kompetensi ilmu

Karena adalah harapanku

Tuk membahagiakan orang tuaku

Membanggakan guru

Menjunjung tinggi nama sekolahku

Tak ada jemu dalam menuntut ilmu

Jantungmu mendenyutkan cerita

Semangatmu mengucap cita-cita

Dan hadirmu menjadikan makna

Tak akan kusiakan waktu

Dengan bergumul pada hal yang tak perlu

Karena waktu tak sesingkat itu

Maka, ku tak kan mau menyesali

Dengan berbuat hal yang merugikan diri

Di sinilah kuhabiskan waktu

Tuk beride dan berguru

Bercanda riang dengan teman

Menjadi hal yang membahagiakan

Sekolahku... kebanggaanku

4. Pahlawan Pendidikanku

Karya: Roberta Nurlita

Dahulu ku tak tahu menahu tentang arti dunia ini

Aku tak tahu apa itu garis ataupun kata

Dulu sangatlah hampa tanpa ada coretan di kertas

Aku tak tahu harus diisi apa di kertas itu

Dulu hanya ada bermain sampai sang surya mulai terbenam

Tapi kini dunia sudah diselimuti warna-warni

Tentunya warna yang begitu indahnya sampai mata ini terkesan saat melihatnya

Tentang si kertas yang penuh akan garis dan coretan

Tentang warna yang harus kulukis di atas kertas

Juga tentang kata yang perlahan mulai kubaca

Terimakasih pada pahlawan kuucapkan

Untuk semua pahlawan pendidikan di Negeri ini

Pendidikanlah yang membuatku mengenal anganku

Anganku di mana kata pahlawan itu harus kugapai sampai ke langit

Kaulah pelita kehidupanku

Yang senantiasa menerangi diriku untuk menggapainya

Untuk menjalani hidupku menjadi lebih bermakna

Terimakasih sekali lagi kuucapkan atas pengabdianmu

Akan kubuktikan dengan menjadi penerusmu

Negri ini harus dipenuhi oleh orang-orang sepertimu

Supaya tak ada lagi anak bersedih tak bisa membaca

Supaya Negri ini tak lagi menangis akan sepinya penerusnya

Kelak kau akan bangga para pahlawanku

Atas jasa-jasamu menciptakan banyak pahlawan baru untuk Negeri ini

5. Terima Kasih Guru

Karya: David Aribowo

Doa guru mengiringi masa depanku

Doa orang tua menemani semangat belajarku

Kepergianku tidak akan menggantikan jasa guruku

Kepergianku akan menggantikan buah dari hasil kesabaran guruku

Terima kasih guru, sudah terlibat membentuk masa depanku

Terima kasih guru, telah membuatku menjadi orang yang hebat

Terima kasih guru, sudah menggantikan peran orang tuaku

Terima kasih guru, telah memancarkan harapanku yang hampir sirna

6. Pena

Karya: Ade Lanuardi Abdan Syakuro

Pena...

Kuikat ilmu dengannya...

Kutulis kisah sejarah bersamanya...

Pena...

Kugapai cita-cita dengannya

Tak lupa teriring doa dan usaha

Sebagai wujud penghambaanku pada sang Pencipta

Pena...

Bersamanya, kutulis cerita cinta berbau surga

Agar manusia tak terjebak pada dunia yang fana

Tak jelas asalnya, tak jelas pula hasilnya

Pena....

Simbol peradaban dari zaman purba ke zaman aksara

Di mana manusia tak lagi menghambakan diri pada mitos yang tak jelas asalnya

Pena...

Dengannya, hidup manusia menjadi mulia

Lantaran mencari ilmu untuk kesejahteraan dunia

7. Pahlawan yang Terlupakan

Karya: Ahmad Muslim Mabrur Umar

Cermatilah sajak sederhana ini, kawan

Sajak yang terkisah dari sosok sederhana pula

Sosok yang terkadang terlupakan

Sosok yang sering tak dianggap

Ialah pahlawan yang tak ingin disebut pahlawan

Terka-lah kiranya siapa pahlawan ini

Ingatlah lagi kiranya apa jasanya

la tak paham genggam senjata api

la tak bertarung di medan perang

Ucap, sabar dan kata hati menjadi senjatanya

Keberhasilanmu kawan, itulah jasanya

Cerdasmu dan cerdasku itu pula jasanya

Bukan ia yang diharap menang

Namun suksesmu dan suksesmulah menangnya

Dapatkah kiranya jawab siapa pahlawan ini

Karenanyalah kudapat tulis sajak ini

Karenanyalah kau dapat baca sajak ini

Juluknya ialah pahlawan tanpa tanda jasa

Mungkin telah teringat olehmu kawan

Mungkin telah kau terka jawabnya

Ialah pahlawan dan orang tua kedua

lalah guru, sang pahlawan yang terlupakan

8. Buku

Karya: Ari Maulana

Buku adalah jendela dunia...

Membaca membuat kita pintar

Memahaminya membuat kita sadar

Bahwa bumi tidaklah hanya alam sekitar

Banyak pemahaman di dalamnya

Banyak pengetahuan isinya

Melalui buku kita tahu segalanya

Melalui buku kita bisa menjelajah angkasa

Buku...

Banyak sekali jasamu

Isi perut Bumi pun bisa ku tahu

Hanya dengan membaca dan memahami mu

Tak pernah ku selami lautan luas

Tak pernah ku jelajah

Kutub Utara

Namun melalui buku aku bisa tahu

9. Guruku Pahlawanku

Karya: Pieter Wattimury

Jika Matahari tidak ada

Jika Matahari tidak bersinar lagi

Maka gelaplah dunia ini

Tak ada setitik pun cahaya menyinarinya

Tidak ada kehangatan yang terpancar

Guru...

Engkau seperti matahari

Bersinar dan memberi cahaya pendidikan

Dengan ketulusan engkau mendidik

Engkau mengajar dan membagi ilmu

Terimakasih atas segala jasamu

Engkaulah pahlawan bagiku

10. Hadiah dari Sang Guru

Karya: Rina Meya Zerlina

Pagi ini sang surya menampakkan dirinya

Dengan sombongnya seakan mempesona

Indahnya alam ketika langit mulai berwarna

Duduk di pojok aku menatap layar

Seakan menunggu kabar

Tunggu, memang benar menunggu kabar

Bukan dari yang bikin onar

Melainkan dari sang pengajar

Entah berapa banyak butir-butir itu berakhir

Nyatanya di tengah pandemi mereka terus mengalir

Tak sampai kami semua mangkir

Bergerak maju kami tanpa getir

Demi berlari memeluk masa depan tanpa terkilir

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU