GORONTALO — Di tengah gelombang disinformasi global, Indonesia berhasil menunjukkan taringnya sebagai bangsa yang sangat mengapresiasi kerja jurnalistik.
Berdasarkan data terbaru, Indonesia kini dinobatkan sebagai negara dengan tingkat kepercayaan terhadap media tertinggi kedua di dunia.
Rapor Hijau Kepercayaan Media Indonesia
Laporan Edelman Trust Barometer 2026 mengungkapkan bahwa indeks kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap institusi media mencapai angka 76%.
Baca juga: Sekda Kabgor: Kalau Posyandu Aktif, Penanganan Stunting Bisa Dikontrol
Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar 1% dibandingkan periode sebelumnya dan terpaut jauh di atas rata-rata kepercayaan global yang hanya berada di angka 54%.
Dalam skala global, posisi Indonesia hanya mampu dilampaui oleh China yang berada di urutan pertama dengan skor 81%.
Capaian Indonesia ini bahkan mengungguli negara-negara besar lainnya seperti Uni Emirat Arab (74%), serta Kenya dan Nigeria yang masing-masing mengantongi angka 70%.
Baca juga: Bedah Mitos dan Fakta demi Kesehatan Kulit si Kecil
Pemimpin di Kawasan Asia Tenggara
Indonesia juga tampil sebagai pemimpin dalam hal kredibilitas media di Asia Tenggara.
Jika dibandingkan dengan negara tetangga, angka kepercayaan Indonesia jauh melampaui:
- Thailand: 67%
- Malaysia & India: 65%
- Singapura: 60% (terendah dalam kelompok ini)
Baca juga: Wagub Gorontalo Minta Guru Dampingi Siswa saat Makan Menu MBG
Kontras dengan fenomena di Indonesia, negara maju seperti Jepang justru mencatatkan tingkat kepercayaan terendah di dunia, yakni hanya 33%.
Kondisi serupa juga terlihat di Inggris (39%) serta Korea Selatan dan Prancis yang sama-sama mengantongi angka 40%.
Mengapa Publik Indonesia Sangat Percaya Media?
Survei yang melibatkan hampir 34 ribu responden di 28 negara ini menunjukkan adanya tren positif di tanah air.
Tingginya angka ini dipicu oleh peran media arus utama yang tetap dipandang sebagai jangkar informasi tepercaya di tengah hiruk-pikuk berita digital.
Selain itu, loncatan literasi digital membuat masyarakat kian cakap dalam menyaring informasi, sehingga mampu membedakan fakta dan hoaks yang beredar di platform populer seperti WhatsApp, TikTok, dan Instagram.
Meskipun distribusi berita melalui media sosial sangat masif, publik tetap menyandarkan validasi akhir pada produk jurnalistik profesional.
Industri media pun diingatkan bahwa kepercayaan besar ini menuntut tanggung jawab moral berupa transparansi dan verifikasi ketat agar reputasi yang telah dibangun tidak luntur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Goodstats