Bedah mitos dan fakta perawatan bayi (Indozone Gorontalo)
GORONTALO — Menjaga kesehatan kulit bayi merupakan tantangan tersendiri bagi setiap orang tua, mengingat lapisan pelindung kulit mereka jauh lebih tipis dan sensitif dibandingkan orang dewasa.
Di tengah membanjirnya berbagai merek perawatan bayi di pasaran, sering kali muncul klaim-klaim pemasaran yang mengaburkan batas antara fakta medis dan mitos belaka.
Memahami perbedaan ini sangat krusial, karena kesalahan dalam memilih produk bukan hanya memicu iritasi jangka pendek, tetapi juga berisiko mengganggu fungsi proteksi alami kulit anak dalam jangka panjang.
Baca juga: Wagub Gorontalo Minta Guru Dampingi Siswa saat Makan Menu MBG
Oleh karena itu, merujuk pada panduan resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, orang tua perlu lebih jeli dalam memilah informasi sebelum memutuskan produk apa yang aman untuk diaplikasikan pada tubuh buah hati mereka.
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai mitos dan fakta seputar penggunaan kosmetik untuk bayi.
Banyak orang tua beranggapan bahwa bahan alami atau herbal bebas dari segala risiko kesehatan.
Baca juga: Seni Menemukan Passion: 4 Tahap Menemukan Aktivitas Favorit untuk Mengisi Waktu Luang
Faktanya, produk berbahan herbal tetap memiliki risiko jika tidak memenuhi standar keamanan dan batas penggunaan yang ketat.
Ada kepercayaan bahwa aroma parfum yang kuat pada sabun atau sampo menandakan tingkat kebersihan yang lebih baik.
Faktanya, penggunaan wewangian yang berlebihan justru dapat meningkatkan risiko iritasi pada kulit sensitif bayi.
Baca juga: Menjaga Waras di Kantor: 4 Rahasia Filosofi Stoik untuk Kendalikan Emosi Kerja
Menggunakan produk perawatan dewasa pada bayi, meski dalam jumlah sedikit, sering dianggap tidak berbahaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BPOM RI