4 filosofi stoik untuk jaga kewarasan atau lestabilan emosi di tempat kerja (Istimewa)
GORONTALO — Dunia kerja sering kali menjadi medan tempur emosi yang melelahkan, mulai dari tenggat waktu yang mencekik hingga dinamika antar rekan kerja.
Namun, filsafat Stoikisme menawarkan kompas moral untuk menjaga ketenangan batin di tengah tekanan profesional tersebut.
Berikut adalah empat seni pengendalian diri ala Stoik yang dapat Anda terapkan di kantor:
Baca juga: 3 Kebiasaan Pola Asuh yang Berisiko Menggores Luka Batin pada Anak
Salah satu pilar utama Stoikisme adalah menyadari bahwa kita tidak punya kuasa atas tindakan orang lain atau bagaimana hasil akhir sebuah proyek dinilai.
Yang sepenuhnya berada dalam genggaman kita hanyalah bagaimana kita mengatur respons sendiri.
Sebelum bereaksi secara spontan saat menghadapi pemicu emosi, berhentilah sejenak dan tanyakan pada diri sendiri bagian mana yang benar-benar bisa Anda kontrol agar tidak memperkeruh keadaan.
Jangan biarkan emosi menyetir tindakan Anda secara buta.
Cobalah untuk membiasakan diri mengakui kehadiran perasaan tersebut secara jujur, seperti "saya merasa tidak dihargai" atau "saat ini saya sedang tertekan".
Dengan memberikan label pada emosi, Anda menciptakan jarak emosional yang sehat sehingga tidak langsung bertindak hanya berdasarkan perasaan sesaat.
Baca juga: BMKG: Provinsi Gorontalo Masuk Daftar Potensi Hujan Sepekan ke Depan 28 April - 4 Mei 2026
Bagi seorang Stoik, rencana yang tidak berjalan mulus bukanlah akhir, melainkan peluang baru untuk belajar.
Jika Anda melewatkan peluang atau menghadapi rencana yang berantakan, ubahlah sudut pandang Anda untuk mencari apa yang bisa diperbaiki.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Marketeers