3 kebiasaan orang tua yang bisa menimbulkan luka batin pada anak (Istimewa)
GORONTALO — Menjadi orang tua adalah perjalanan belajar tanpa henti.
Namun, terkadang tanpa disadari, ada perilaku sehari-hari yang kita anggap biasa tetapi justru meninggalkan bekas luka emosional yang mendalam bagi anak.
Luka ini sering kali tidak berwujud fisik, tapi dampaknya bisa terbawa hingga mereka dewasa.
Baca juga: DPRD Kabupaten Gorontalo Ketuk Palu LKPJ 2025, Bupati Terima Catatan Strategis
Berikut adalah tiga kebiasaan yang perlu kita evaluasi demi menjaga kesehatan mental anak.
Banyak orang tua merasa sudah memberikan yang terbaik selama kebutuhan fisik anak terpenuhi.
Padahal, mengabaikan aspek emosional, seperti meremehkan kesedihan anak atau menganggap enteng ketakutan mereka, adalah bentuk luka tak kasat mata.
Baca juga: BMKG: Provinsi Gorontalo Masuk Daftar Potensi Hujan Sepekan ke Depan 28 April - 4 Mei 2026
Dampaknya, saat tumbuh dewasa, anak akan kesulitan mengenali dan mengelola perasaan mereka sendiri karena terbiasa melihat emosinya tidak dihargai.
Untuk mencegah hal ini, mulailah memberikan validasi sederhana.
Kalimat seperti, "Ayah/Ibu paham kalau ini terasa berat buatmu," sudah cukup untuk membuat anak merasa didengar dan berharga.
Baca juga: Inspirasi Ucapan May Day: Berikan Apresiasi untuk Para Pekerja Keras
Kesalahan adalah bagian alami dari proses tumbuh kembang.
Namun, jika setiap kekeliruan kecil dibalas dengan teguran keras atau kritik yang menjatuhkan, anak akan tumbuh dengan keyakinan bahwa diri mereka tidak pernah cukup baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Beautynesia