GORONTALO — Setiap tanggal 25 April, masyarakat internasional memusatkan perhatian pada salah satu tantangan kesehatan masyarakat tertua dan paling mematikan di dunia melalui peringatan Hari Malaria Sedunia (World Malaria Day).
Di tahun 2026, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengusung tema yang sangat kuat yakni Driven to End Malaria: Now We Can. Now We Must (Bertekad Mengakhiri Malaria: Sekarang Kita Bisa. Sekarang Kita Harus).
Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah panggilan darurat sekaligus pernyataan optimisme bahwa teknologi dan kolaborasi saat ini sudah cukup kuat untuk menghapus malaria dari peta dunia.
Baca juga: 30 Caption Hari Angkutan Nasional 2026, Cocok untuk Update Status IG dan WA
Sejarah Singkat: Dari Afrika untuk Dunia
Sebelum menjadi peringatan global, momen ini bermula dari Hari Malaria Afrika yang dicanangkan pada tahun 2001.
Mengingat beban penyakit ini sangat besar di seluruh belahan dunia, pada sidang Majelis Kesehatan Dunia ke-60 tahun 2007, diputuskanlah bahwa 25 April menjadi Hari Malaria Sedunia.
Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman mengenai malaria sebagai penyakit yang dapat dicegah dan disembuhkan.
Baca juga: Sejarah Hari Angkutan Nasional 24 April: Mengenang Jejak Transportasi Indonesia
Tujuan lainnya adalah untuk menggalang dukungan politik dan pendanaan berkelanjutan dalam upaya eleminasi malaria secara total.
Memahami Makna Tema 2026
Tema Now We Can. Now We Must menggarisbawahi dua hal krusial yakni kemampuan dan kewajiban.
Kita sekarang memiliki akses ke inovasi terbaru, mulai dari vaksin malaria generasi terbaru, kelambu berinsektisida ganda, hingga pengobatan berbasis genetik yang lebih presisi.
Baca juga: BMKG Rilis Prospek Cuaca 24-27 April 2026: Waspada Hujan Lebat di Provinsi Gorontalo
Menunda aksi berarti membiarkan jutaan orang tetap berada dalam risiko.
Mengakhiri malaria kini menjadi kewajiban moral dan ekonomi bagi setiap negara untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan.
Apa Itu Malaria?
Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi.
Gejalanya sering kali menyerupai flu berat, meliputi:
- Demam tinggi dan menggigil.
- Sakit kepala hebat.
- Mual dan muntah.
- Nyeri otot dan kelelahan.
Jika tidak segera ditangani dengan tepat, malaria dapat berkembang menjadi kondisi berat yang mengancam jiwa, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.
Langkah Nyata untuk Eliminasi
Untuk mendukung semangat "Sekarang Kita Harus", ada beberapa langkah preventif yang bisa dilakukan oleh masyarakat:
Pengendalian Vektor
Menggunakan kelambu saat tidur dan melakukan penyemprotan dinding rumah (IRS).
Kebersihan Lingkungan
Menghilangkan genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Akses Medis
Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam setelah berkunjung ke wilayah endemis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber