Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 10:08 WIB

Jangan Asal Masuk Keranjang! Ini 7 Urutan Belanja Pangan Agar Tetap Segar dan Aman

Author

Urutan berbelanja agar kualitas pangan tetap terjaga (Istimewa)

GORONTALO – Saat belanja bulanan di pasar swalayan, kebanyakan dari kita cenderung mengambil barang berdasarkan rute lorong toko atau mana yang paling dekat dari jangkauan tangan. 

Padahal, tahukah Anda bahwa urutan pengambilan barang sangat mempengaruhi kualitas makanan saat tiba di rumah?

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Gorontalo membagikan tips penting mengenai manajemen belanja.

Baca juga: Suka Menyendiri Bukan Berarti Sedih, Ini 5 Alasan Kenapa 'Me Time' Itu Candu!

Prinsip utamanya sederhana: dahulukan produk yang tahan banting dan akhiri dengan produk yang sensitif terhadap suhu.

Agar kualitas belanjaan Anda tetap prima, berikut adalah 7 urutan belanja pangan yang disarankan.

1. Mulai dari Pangan Kemasan

Langkah pertama, isilah keranjang Anda dengan produk yang paling stabil. Mulailah dengan pangan kemasan seperti makanan kaleng atau botol. 

Baca juga: Resolusi 2026 Cuma Jadi Wacana? Cek 6 Blunder Fatal yang Bikin Kamu Gagal Terus

Meski tahan lama, tetaplah menjadi konsumen cerdas dengan selalu mengecek kondisi kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa.

2. Lanjut ke Pangan Kering

Setelah produk kalengan, beralihlah ke lorong pangan kering. Barang-barang seperti beras, mi kering, dan tepung-tepungan aman dibeli di awal perjalanan belanja karena memiliki daya simpan yang lama dan tidak mudah rusak oleh suhu ruang.

Baca juga: Stop Dewakan Cinta! Ini Satu 'Jurus' Rahasia Agar Hubungan Tahan Banting Menurut Psikolog

3. Produk Roti-rotian

Urutan ketiga adalah produk bakery seperti roti tawar atau donat. Alasan produk ini diambil setelah pangan kering (yang biasanya berat) adalah untuk menjaga tekstur dan bentuknya agar tidak tergencet di dalam troli.

4. Susu dan Produk Olahannya

Memasuki pertengahan sesi belanja, barulah Anda mengambil produk susu, keju, dan yoghurt. 

Produk-produk ini memerlukan suhu dingin agar kesegarannya terjaga, sehingga sebaiknya tidak terlalu lama berada di suhu ruang saat Anda masih berkeliling toko.

5. Pangan Segar (Sayur & Ikan)

Banyak yang salah kaprah mengambil sayur di awal. Sebaiknya, sayur, buah, ikan, dan telur dibeli menjelang akhir sesi belanja. 

Produk ini sangat sensitif terhadap benturan fisik (mudah memar/pecah) dan perubahan suhu.

6. Pangan Dingin dan Beku

Ini adalah poin krusial. Daging beku, ikan beku, atau nugget harus diambil paling terakhir sebelum menuju kasir. 

Tujuannya adalah meminimalkan waktu pencairan di jalan yang bisa memicu pertumbuhan bakteri dan merusak kualitas gizi.

7. Pangan Siap Saji

Terakhir, jika Anda membeli makanan matang seperti nasi kuning, gorengan, atau kue basah, ambillah sesaat sebelum membayar. 

Produk ini memiliki masa simpan terpendek dan sebaiknya segera dikonsumsi agar tetap aman.

Dengan mengikuti urutan ini, Anda tidak hanya mempermudah penataan barang di keranjang, tetapi juga menjamin makanan yang disajikan untuk keluarga di rumah tetap higienis dan berkualitas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BPOM RI

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU