Rahasia hubungan tahan banting alias langgeng menurut psikolog (Istimewa)
GORONTALO – Sering mendengar kalimat klise Love conquers all atau cinta bisa mengalahkan segalanya? Sayangnya, dalam realitas pernikahan atau hubungan jangka panjang, mantra itu tidak selalu ampuh.
Memang benar, debar asmara adalah alasan awal dua orang bertemu, tapi menurut para ahli, bukan cinta yang menjamin kalian tetap bersama hingga tua.
Mark Travers, PhD, seorang psikolog spesialis hubungan, memberikan reality check yang cukup menohok.
Ia menegaskan bahwa cinta sejatinya hanyalah sebuah emosi. Layaknya cuaca, emosi ini bersifat fluktuatif.
Stres pekerjaan, kurang tidur, kondisi kesehatan, hingga masalah finansial bisa membuat rasa cinta itu surut seketika.
Cinta tidak memiliki fitur otomatis untuk menyelesaikan konflik atau membayar tagihan.
Baca juga: Berkah Natal: 18 Warga Binaan Lapas Kelas II A Gorontalo Terima Remisi, Dua Pulang ke Rumah
Bahkan pasangan paling harmonis di dunia pun pasti pernah bertengkar hebat.
Lantas, jika cinta sedang libur, apa yang menahan pondasi hubungan agar tidak rubuh? Jawabannya adalah seni berkompromi.
Pasangan yang bermental baja menyadari bahwa cinta tidak bisa memperbaiki segalanya, tetapi kompromi bisa.
Baca juga: BNNP Gorontalo 2025 dalam Angka: Ungkap 11 Kasus Narkoba, Pulihkan 128 Korban
Kompromi adalah jembatan negosiasi untuk menyatukan dua kepala yang berbeda.
Setiap orang membawa bagasi masa lalu, nilai-nilai, dan kebiasaan uniknya sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Beautynesia