Ilustrasi prospek cuaca Gorontalo empat hari ke depan (Istimewa)
GORONTALO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prospek cuaca untuk sepekan ke depan, tepat di masa puncak libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Bagi masyarakat yang merencanakan perjalanan mudik atau liburan, kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem menjadi hal yang wajib diperhatikan.
Secara umum, langit Indonesia diprediksi akan didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan.
Baca juga: Berkah Natal: 18 Warga Binaan Lapas Kelas II A Gorontalo Terima Remisi, Dua Pulang ke Rumah
Namun, dinamika atmosfer menunjukkan adanya potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah tertentu.
Pada periode awal pasca-Natal ini, hujan dengan intensitas sedang diprediksi mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia.
Provinsi Gorontalo masuk dalam daftar wilayah yang perlu mewaspadai potensi peningkatan curah hujan ini, bersama dengan Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan sejumlah wilayah di Sumatera serta Kalimantan.
Baca juga: BNNP Gorontalo 2025 dalam Angka: Ungkap 11 Kasus Narkoba, Pulihkan 128 Korban
Sementara itu, peringatan dini dengan status Siaga (hujan lebat hingga sangat lebat) dikeluarkan untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, seluruh Pulau Jawa (Jabar, Jateng, Jatim), Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua Selatan.
Selain hujan, potensi angin kencang juga mengintai wilayah Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Maluku.
Memasuki momen pergantian tahun menuju 2026, intensitas hujan diprediksi belum akan surut.
Baca juga: BNNP Gorontalo Rehabilitasi 128 Korban Penyalahgunaan Narkoba Sepanjang 2025, Dominasi Remaja
Wilayah Gorontalo dan sekitarnya diprakirakan masih akan didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan.
Namun, kewaspadaan ekstra (Status Siaga) masih berlaku bagi wilayah Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, dan NTB yang berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BMKG