Memahami dinamika hubungan orang tua dan anak (Istimewa)
GORONTALO — Hubungan antara orang tua dan anak sering kali menjadi ruang yang penuh kompleksitas dan emosi yang kontradiktif.
Berdasarkan refleksi psikologis dari Dimas Alwin, S.Psi, terdapat beberapa dinamika sikap orang tua yang tanpa disadari dapat menjadi beban psikis yang besar bagi seorang anak.
Dalam perjalanannya, seorang anak sering kali merasakan standar ganda yang membingungkan dalam interaksi sehari-hari.
Baca juga: 4 Tips Aman Berkendara di Jalan Basah
Anak sering kali merasa dituntut dan diarahkan untuk sukses demi membanggakan orang tua, namun sayangnya proses dan usaha keras mereka kerap tidak mendapatkan apresiasi yang cukup.
Meski sering disuruh menjadi pribadi yang mandiri, pada kenyataannya keputusan anak sering kali diatur, dilarang, dan dikontrol oleh orang tua.
Anak diminta untuk selalu terbuka dan bercerita, namun saat berbicara, mereka justru sering dianggap membantah, kurang bersyukur, atau kurang ibadah.
Baca juga: BMKG Rilis Potensi Hujan 1-7 Mei 2026: Provinsi Gorontalo Waspada Cuaca Ekstrem
Ada tuntutan untuk mengikuti semua kemauan orang tua meskipun anak tidak menyukainya, dan anak akan selalu disalahkan jika gagal memenuhinya.
Di balik segala kerumitan tersebut, penting untuk diingat bahwa setiap orang tua sebenarnya sedang berusaha menjadi yang terbaik bagi anaknya dengan cara yang mereka bisa.
Mereka mungkin baru pertama kali menjadi orang tua dan masih dalam tahap belajar, sehingga jauh dari kata sempurna.
Baca juga: Misi PSSI-FIFA: Bangun Jaringan Talent Scout Nasional untuk Garuda Masa Depan
Begitu pun bagi sang anak, ini adalah kali pertama mereka menjadi anak yang tentu masih memiliki banyak kekurangan dan kesalahan.
Harapan besarnya adalah agar setiap orang tua senantiasa diberikan kekuatan dan kesabaran dalam mendampingi buah hati mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram @mudahbergaul