Asal usul Hari Jazz Internasipnal dan peran UNESCO (remitly.com)
GORONTALO — Musik jazz bukan sekadar harmoni nada. Jazz adalah simbol kebebasan, persatuan, dan dialog antarbudaya.
Setiap tanggal 30 April, masyarakat global merayakan Hari Jazz Internasional.
Namun, tahukah Anda mengapa UNESCO menetapkan hari khusus ini dan apa misi besar di baliknya?
Baca juga: Hati-Hati, 3 Kebiasaan Harian Ini Tanpa Disadari Bisa Mengikis Ketajaman Otak Anda
Penetapan Hari Jazz Internasional diinisiasi oleh UNESCO pada tahun 2011.
Lembaga kebudayaan dunia ini memandang jazz sebagai instrumen diplomasi yang kuat.
Sepanjang sejarahnya, jazz telah menjadi bahasa universal yang mempromosikan perdamaian, dialog antarperadaban, serta perjuangan melawan diskriminasi.
Baca juga: Lonjakan Drastis Situs Komersial Eksploitasi Anak di Tahun 2025
Melalui hari ini, UNESCO mengajak dunia untuk mengakui jazz sebagai kekuatan yang mampu menyatukan perbedaan latar belakang manusia melalui improvisasi dan kolaborasi kreatif.
Tanggal 30 April dipilih sebagai titik kumpul tahunan untuk merayakan bentuk seni yang melampaui batas geografis ini.
Jazz lahir di awal abad ke-20 di New Orleans, Amerika Serikat, sebagai peleburan antara ritme Afrika, blues, dan tradisi musik Eropa.
Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem 28–30 April 2026: Daftar Wilayah Siaga, Termasuk Gorontalo
Selama beberapa dekade, genre ini bermutasi menjadi bentuk ekspresi artistik yang sangat berpengaruh terhadap genre musik modern lainnya.
Sejak perayaan perdananya di tahun 2012, gerakan ini terus berkembang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Remitly.com