GORONTALO — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prospek cuaca di wilayah Indonesia untuk periode akhir April 2026.
Meskipun sebagian wilayah akan merasakan cuaca cerah, potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang masih mengintai sebagian besar provinsi di tanah air, termasuk Provinsi Gorontalo.
Dalam kurun waktu 28 hingga 30 April 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi akan merata di hampir seluruh pulau besar, mulai dari Aceh hingga Papua Selatan.
Baca juga: 5 Kalimat 'Alarm' Saat Seseorang Mulai Kehilangan Makna Hidup
Secara khusus, BMKG menetapkan status siaga (hujan sangat lebat) untuk wilayah berikut:
Sementara itu, ancaman angin kencang perlu diwaspadai oleh masyarakat yang berada di wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Baca juga: Ketua TP-PKK Kabgor Dorong Rebranding Posyandu Jadi Pusat Layanan Terpadu
Perubahan cuaca yang fluktuatif ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga genangan air di perkotaan.
Bagi pengendara bermotor, jarak pandang yang berkurang dan jalanan licin akibat hujan lebat menjadi risiko utama yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, berikut adalah beberapa poin imbauan penting dari BMKG.
Baca juga: Wabup Gorontalo dan Panitia Provinsi Cek Titik Krusial PENAS KTNA 2026
Saat cuaca cerah di siang hari, gunakan tabir surya (sunscreen) dan pastikan asupan cairan tubuh tercukupi untuk menghindari dehidrasi serta kelelahan ekstrem.
Hindari berteduh di bawah pohon besar, papan reklame (baliho), atau bangunan yang terlihat rapuh saat angin kencang melanda.
Ketika hujan mulai disertai petir, segera cari tempat berlindung yang aman dan hindari berada di ruang terbuka.
Bagi Anda yang berencana melakukan perjalanan darat, laut, maupun udara, harap menyesuaikan jadwal dengan pantauan cuaca terkini demi keselamatan.
Masyarakat sangat disarankan untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer yang sewaktu-waktu dapat terjadi secara mendadak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BMKG