Syarat pembagian hewan kurban (Baznas)
GORONTALO — Ibadah kurban adalah manifestasi kedermawanan seorang Muslim dalam merayakan hari besar Idul Adha.
Di balik ritual penyembelihannya, terdapat manajemen distribusi yang telah diatur sedemikian rupa agar manfaatnya terasa luas.
Pertanyaan yang sering muncul di tengah masyarakat adalah mengenai teknis pembagian.
Baca juga: Panduan Memilih Jenis Hewan Kurban: Syarat Umur, Kriteria Fisik, dan Keutamaannya
Berapa berat ideal yang harus dibagikan agar sesuai dengan tuntunan agama dan tepat sasaran?
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai panduan distribusi daging kurban yang adil dan sesuai dengan prinsip syariah.
Dalam Islam, daging kurban tidak diperuntukkan bagi satu pihak semata.
Baca juga: Sejarah Idul Adha: Keteladanan Nabi Ibrahim dan Keikhlasan Ismail AS
Para ulama menyarankan agar daging tersebut didistribusikan kepada tiga kategori penerima:
Pekurban (Shohibul Qurban): Diperbolehkan mengambil maksimal sepertiga bagian untuk konsumsi keluarga.
Sahabat dan Kerabat: Sepertiga bagian sebagai hadiah untuk mempererat tali silaturahmi, meskipun penerimanya berasal dari kalangan mampu.
Baca juga: Sesuai Sunnah! Ini Adab dan Doa saat Minum Air Zamzam Agar Hajat Terkabul
Fakir Miskin: Sepertiga bagian wajib dialokasikan bagi mereka yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Esensi dari pembagian ini bukanlah sekadar menimbang kuantitas, melainkan memastikan bahwa kegembiraan hari raya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BAZNAS