Sejarah Iduladha, ketaladanan Nabi Ibrahim, dan keikhlasan Ismail AS (Istimewa)
GORONTALO — Idul Adha bukan sekadar perayaan ritual penyembelihan hewan ternak atau qurban setiap tanggal 10 Dzulhijjah.
Di balik gema takbir yang berkumandang, terdapat memori sejarah yang melintasi ribuan tahun tentang sebuah ujian cinta, loyalitas, dan penyerahan diri yang paling ekstrem dalam sejarah peradaban manusia.
Kisah agung ini bermula dari visi spiritual Nabi Ibrahim AS melalui mimpinya.
Baca juga: Sesuai Sunnah! Ini Adab dan Doa saat Minum Air Zamzam Agar Hajat Terkabul
Allah SWT memberikan ujian yang sangat berat yakni menyembelih putra kesayangannya, Ismail AS, yang telah dinanti kehadirannya selama bertahun-tahun.
Peristiwa ini diabadikan secara puitis sekaligus menyentuh dalam Al-Qur'an Surah Ash-Shaffat.
Bukan paksaan yang dikedepankan, melainkan dialog penuh kasih.
Baca juga: Derby Melayu! Jadwal Timnas Indonesia U-17 Vs Malaysia di Laga Kedua Piala AFF U-17 2026
Nabi Ibrahim menyampaikan perintah tersebut kepada Ismail, dan jawaban sang putra menjadi puncak dari keikhlasan seorang hamba.
"Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."
Ketika pisau nyaris menyentuh leher dan ketaatan keduanya telah terbukti secara absolut di hadapan langit, Allah SWT menunjukkan kuasa-Nya.
Ismail tidak terluka, Allah menggantinya dengan seekor domba besar dari surga.
Momen inilah yang menjadi akar filosofis ibadah kurban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber