Adab dan doa saat minum air zamzam (suaramuslim.net)
GORONTALO — Bagi umat Muslim, air zamzam bukan sekadar penghilang dahaga.
Terletak di jantung Masjidil Haram, air yang memancar di dekat Ka’bah ini dipercaya sebagai air suci yang menyimpan keberkahan dan rahasia kesembuhan.
Keajaibannya yang tidak pernah surut meski musim kemarau panjang menjadi salah satu bukti nyata kekuasaan Allah SWT yang abadi.
Baca juga: Derby Melayu! Jadwal Timnas Indonesia U-17 Vs Malaysia di Laga Kedua Piala AFF U-17 2026
Kehadiran mata air ini berawal dari ketabahan Siti Hajar saat menjalankan perintah Allah bersama putranya, Ismail AS.
Di tengah gersangnya padang pasir tanpa bekal yang tersisa, Siti Hajar berikhtiar mencari air dengan berlari kecil antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
Perjuangan Siti Hajar kini kita kenal sebagai rukun Sa'i dalam ibadah haji dan umrah.
Atas izin Allah, pertolongan datang bukan dari atas bukit, melainkan dari hentakan kaki kecil Nabi Ismail.
Dari tanah yang tandus itu, muncullah mata air yang kemudian disebut zamzam, berasal dari bahasa Arab yang berarti melimpah atau berkumpul.
Rasulullah SAW dalam haditsnya menegaskan betapa istimewanya air ini. Beliau bersabda:
Baca juga: Alarm Darurat Kekerasan Seksual 2025: Ancaman Nyata di Ruang Digital dan Lingkaran Terdekat
"Air zamzam adalah sebaik-baik air di permukaan bumi. Ia adalah makanan yang mengenyangkan dan obat bagi penyakit." (HR Muslim).
Bahkan, terdapat riwayat yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW sering membawa air zamzam dalam botol untuk disiramkan atau diberikan kepada orang yang sakit sebagai wasilah kesembuhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber