GORONTALO – Kabupaten Gorontalo kembali menorehkan prestasi dalam peta birokrasi nasional.
Daerah ini resmi ditunjuk sebagai satu dari 14 kabupaten/kota di Indonesia yang mengemban mandat sebagai proyek percontohan penataan arsip berbasis digital oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Kepastian ini diperoleh dalam kunjungan kerja Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, ke markas ANRI di Jakarta pada Rabu (15/4/2026).
Baca juga: Sesuai Syariat! Ini Ketentuan Pembagian Daging Kurban dan Golongan Penerimanya
Langkah ini dipandang sebagai lonjakan strategis untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan adaptif terhadap teknologi.
Kedatangan Sofyan Puhi disambut langsung oleh Kepala ANRI, Mego Pinandito.
Pertemuan tersebut berfokus pada sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah, khususnya terkait percepatan integrasi data kearsipan yang lebih sistematis.
Baca juga: Panduan Memilih Jenis Hewan Kurban: Syarat Umur, Kriteria Fisik, dan Keutamaannya
Dalam dialognya, Sofyan menekankan bahwa pengelolaan arsip yang tertib adalah instrumen vital dalam reformasi birokrasi.
Ia menilai arsip bukan sekadar tumpukan kertas masa lalu, melainkan fondasi bagi akuntabilitas kinerja pemerintah.
"Pemerintahan yang profesional bermula dari sistem kearsipan yang kuat. Dengan standarisasi digital, kita tidak hanya menjaga memori kolektif daerah, tetapi juga memangkas birokrasi agar pelayanan publik lebih efektif," tegas Sofyan.
Baca juga: Sejarah Idul Adha: Keteladanan Nabi Ibrahim dan Keikhlasan Ismail AS
Rachmad Doni Lahati, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo yang turut mendampingi Bupati, menjelaskan bahwa status daerah percontohan ini akan dibarengi dengan pendampingan teknis intensif dari ANRI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Gorontalo