GORONTALO — Memasuki pekan pertama bulan ini, BMKG mengeluarkan laporan terbaru mengenai prospek cuaca di wilayah Indonesia, termasuk Peovinsi Gorontalo, untuk periode 3 hingga 9 April 2026.
Berdasarkan pantauan dinamika atmosfer, mayoritas wilayah tanah air masih didominasi oleh pertumbuhan awan hujan dengan intensitas yang bervariasi.
Masyarakat, khususnya di wilayah Gorontalo dan sekitarnya, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan sepanjang periode tersebut.
Baca juga: 5 Cara Elegan Menghadapi Si Playing Victim Tanpa Kuras Emosi
Hal ini dikarenakan adanya peningkatan aktivitas atmosfer yang memicu potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang secara tiba-tiba.
Pada rentang waktu ini, kondisi cuaca di Indonesia umumnya akan mengalami hujan ringan hingga lebat.
Selain Gorontalo, wilayah lain mulai dari Sumatra Utara hingga Papua juga masuk dalam peta pengawasan ketat.
Baca juga: Strategi Self-Care Saat Harus Bertahan di Lingkungan Toxic
Perlu perhatian khusus bagi penduduk di Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Papua Pegunungan.
Terdeteksi potensi kuat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Memasuki pertengahan pekan, intensitas hujan diprediksi sedikit bergeser ke kategori ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah.
Baca juga: Angka Perceraian Indonesia 2025 Meningkat di Tengah Badai Judi Online
Namun, beberapa titik justru mengalami peningkatan status risiko.
Wilayah Jawa Timur, Kalimantan Timur, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan masuk dalam kategori tingkat peringatan dini tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BMKG