Cara menghadapi si playing victim tanpa menguras emosi (Istimewa)
GORONTALO — Pernahkah kamu punya teman atau rekan kerja yang kalau ada masalah, selalu merasa dirinya yang paling menderita?
Atau saat mereka melakukan kesalahan, ujung-ujungnya malah lingkungan atau orang lain yang disalahkan? Itu adalah ciri khas tipe kepribadian playing victim.
Baca juga: Strategi Self-Care Saat Harus Bertahan di Lingkungan Toxic
Menghadapi orang seperti ini memang butuh kesabaran ekstra.
Kalau salah respons, bisa-bisa kamu malah terjebak dalam rasa bersalah yang nggak seharusnya.
Supaya mental kamu tetap aman, yuk simak 5 cara elegan untuk menghadapi mereka!
Baca juga: Angka Perceraian Indonesia 2025 Meningkat di Tengah Badai Judi Online
Mendengarkan keluhan mereka bukan berarti kamu harus ikut tenggelam dalam dramanya.
Kamu tetap bisa menjadi pendengar yang baik tanpa harus memvalidasi bahwa mereka benar-benar "korban" dari keadaan.
Gunakan kalimat seperti, "Aku mengerti situasinya berat buat kamu," lalu segera alihkan pembicaraan ke hal yang lebih netral. Ingat, empati ada batasnya!
Orang yang hobi playing victim biasanya akan terus-menerus mencari perhatian.
Jika kamu tidak menetapkan batasan, waktu dan energimu akan habis hanya untuk mendengarkan keluhan yang sama berulang kali.
Jangan ragu untuk bilang, "Maaf, aku cuma punya waktu 10 menit untuk ngobrol karena ada pekerjaan lain." Tegas bukan berarti jahat.
Si playing victim sering kali memanipulasi keadaan agar orang lain merasa bersalah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Beautynesia