Strategi hadapi lingkungan toxic (Istimewa)
GORONTALO — Berada dalam lingkungan toxic, baik itu di tempat kerja, lingkaran pertemanan, atau bahkan keluarga, sering kali terasa seperti menguras energi tanpa henti.
Ketegangan konstan, kritik yang tidak membangun, hingga perilaku manipulatif dapat berdampak buruk pada kesejahteraan mental kita.
Namun, Anda tidak harus menjadi korban dari keadaan tersebut.
Baca juga: Angka Perceraian Indonesia 2025 Meningkat di Tengah Badai Judi Online
Berikut adalah langkah-langkah strategis untuk membangun benteng kesehatan mental dan mempraktikkan self-care yang efektif.
Batasan adalah garis pertahanan pertama Anda. Anda tidak perlu selalu tersedia secara emosional atau fisik untuk drama orang lain.
Tentukan kapan Anda harus berkata tidak. Hindari membawa pulang urusan kantor atau membalas pesan yang hanya berisi keluhan negatif di luar jam istirahat Anda.
Baca juga: Sambut Penas 2026, Pemkab Gorontalo Mulai Eksekusi Infrastruktur dan Manajemen Sampah
Salah satu pemicu stres terbesar adalah mencoba mengubah orang lain.
Sadarilah bahwa Anda tidak memiliki kontrol atas perilaku orang lain, namun Anda punya kendali penuh atas respons Anda.
Alihkan energi Anda untuk meningkatkan kualitas pekerjaan atau hobi pribadi daripada memikirkan cara mengubah sikap seseorang yang sulit.
Baca juga: Inflasi Gorontalo Tetap Stabil Selama Ramadan 2026
Lingkungan toxic sering kali merambat ke ruang pribadi melalui media sosial atau pesan singkat.
Berikan waktu bagi otak Anda untuk beristirahat. Matikan notifikasi setelah jam kerja, atau mute akun-akun yang sering menyebarkan energi negatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber