Sampah di Indonesia didominasi limbah rumah tangga (Istimewa)
GORONTALO — Berdasarkan data terbaru tahun 2025, Indonesia menghadapi tantangan besar dengan total timbulan sampah mencapai 24,8 juta ton per tahun.
Angka fantastis ini dikumpulkan dari laporan 244 kabupaten dan kota di seluruh tanah air, yang mencerminkan tingginya pola konsumsi masyarakat serta aktivitas ekonomi nasional.
Wilayah dengan populasi padat, seperti Jawa Barat dan DKI Jakarta, tercatat sebagai kontributor utama dalam statistik nasional ini.
Baca juga: 5 Adab Berbuka Puasa Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Data ini menjadi alarm penting bagi pemangku kebijakan untuk segera memperkuat sistem pengendalian sampah yang lebih terukur.
Merujuk pada Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) dari Kementerian Lingkungan Hidup, struktur sumber sampah di Indonesia didominasi oleh sektor domestik.
Berikut adalah rincian persentase sumber sampah nasional:
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Hari Ke-5 Ramadan 2026 untuk Wilayah Gorontalo
Baca juga: Gubernur Gorontalo Instruksikan OPD Kawal Stok Pangan dan BBM
Dominasi sektor rumah tangga yang mencapai lebih dari setengah total sampah nasional menegaskan bahwa perubahan perilaku individu adalah kunci utama.
Langkah strategis seperti pemilahan sampah dari sumbernya, metode komposting, serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai menjadi hal yang mutlak dilakukan.
Masalah utama yang dihadapi Indonesia saat ini bukan hanya volume sampah, melainkan efektivitas penanganannya.
Terdapat jurang lebar antara jumlah sampah yang dihasilkan dengan yang mampu diproses secara benar.
Sampah Terkelola hanya mencapai 34,49%, sementara Sampah Terbuang ke Lingkungan masih sangat tinggi di angka 65,51%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Goodstats