GORONTALO – Anggota Saka Widya Budaya Bakti yang berpartisipasi dalam Peran Saka Nasional 2025 mendapatkan pengalaman budaya yang unik.
Bertempat di Kantor UPTD Museum Purbakala Gorontalo, mereka mengikuti sesi praktik membuat Dumalo, kue tradisional khas Gorontalo.
Kegiatan ini menjadi ajang bagi peserta dari berbagai daerah untuk mengenal kekayaan kuliner lokal Gorontalo, sekaligus mempraktikkan keterampilan budaya.
Jeje, perwakilan kontingen Kwartir Daerah Sulawesi Selatan, mengakui adanya kemiripan Dumalo dengan kudapan dari daerah asalnya.
"Dumalo ini hampir sama dengan kue tradisional di Sulawesi Selatan namanya Bannang-bannang. Bentuknya mirip, bedanya kalau bannang-bannang sudah ditaburi gula kemudian dikemas,” katanya.
Kesan positif ini mendorongnya untuk mencoba kembali membuat kue tersebut di daerah asalnya.
"Bagus sekali kegiatan ini dan kayaknya saya sudah bisa. Nanti pas pulang ke rumah mau praktik bikin dumalo," ujarnya.
Pengalaman membuat Dumalo juga disambut antusias oleh peserta dari Sulawesi Tengah.
Suci Ramadani, kontingen dari Kwartir Cabang Toli-toli, mengakui bahwa meskipun ada sedikit rasa khawatir, ia sangat menikmati prosesnya.
Baca juga: Pembukaan Peran Saka Nasional 2025 Pukau Ribuan Peserta: Next Time Harus ke Gorontalo Lagi
“Agak takut sedikit karena baru pertama kali, tapi kalau tidak dicoba pun kita menyesal, ini kan, jadi pengetahuan baru,” katanya.
Menurut sejarah, kue Dumalo sudah ada sejak dahulu dan sering disajikan pada acara-acara keluarga atau bahkan dijual.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan