Kasus HIV di Gorontalo alami kenaikan tahun 2025, ratusan remaja terpapar (Istimewa)
GORONTALO – Ancaman kesehatan serius tengah mengintai generasi muda di Provinsi Gorontalo.
Sepanjang tahun 2025 berjalan, lonjakan kasus HIV menunjukkan tren yang meresahkan, memaksa pemerintah daerah menyalakan tanda waspada atau "lampu kuning" bagi warganya.
Bukan sekadar kenaikan angka, tapi yang bikin mencengangkan adalah profil para pengidapnya.
Dari total akumulasi kasus yang tercatat, ratusan di antaranya merupakan anak-anak muda yang masa depannya masih panjang.
Berdasarkan data terbaru per November 2025, total pengidap HIV di Provinsi Gorontalo ada di angka 1.363 orang.
Jumlah ini bertambah 106 kasus jika dibandingkan dengan bulan Desember tahun 2024 kemarin.
Swlain angka kasus yang meningkat, sorotan utama tertuju pada kelompok usia 15 hingga 24 tahun. Sebanyak 412 remaja di rentang usia tersebut terkonfirmasi positif.
Data ini mengindikasikan bahwa pergaulan bebas dan minimnya edukasi seksual telah membuka celah lebar bagi masuknya virus ini ke dalam lingkaran remaja.
Faktor risiko dominan yang teridentifikasi adalah hubungan seksual sesama jenis dengan catatan 591 kasus, disusul oleh perilaku seksual berisiko lainnya.
Baca juga: Hari Guru Nasional: Tema hingga Contoh Ucapan Penuh Makna dan Menyentuh Hati
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, tidak menampik betapa kritisnya situasi ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Gorontalo