Kawasan Menara Keagungan Limboto (HO/Leka)
GORONTALO – Menara Keagungan Limboto menjadi salah satu ikon kebanggaan warga Kabupaten Gorontalo, khususnya Kecamatan Limboto.
Dibangun pada tahun 2002, Menara Keagungan Limboto diresmikan oleh Wakil Presiden saat itu, Hamzah Haz, pada 20 September 2003.
Menara ini berdiri gagah setinggi 65 meter dan memiliki lima lantai. Struktur bajanya yang ikonik dirancang menyerupai Menara Eiffel di Paris, menjadikannya landmark unik bagi daerah tertua di Provinsi Gorontalo ini.
Sejak dibangun pada tahun 2002, Menara Keagungan Limboto perlahan menjadi pusat keramaian di Limboto.
Sejumlah fasilitas publik dibangun untuk memperkuat simbol kemajuan daerah, yang sarat sejarah.
Kini, kawasan menara ini telah bertransformasi menjadi ruang publik yang dinamis.
Baca juga: Hari Guru Nasional: Tema hingga Contoh Ucapan Penuh Makna dan Menyentuh Hati
Dari destinasi wisata sejarah, ia berkembang menjadi pusat kehidupan sosial yang tak pernah tidur.
Ia adalah jantung interaksi warga. Entah ada yang datang hanya untuk mengagumi arsitekturnya, mencari makanan enak, hunting konten, atau sekadar mencari teman begadang, Menara Limboto selalu punya cerita.
Oleh sebab itu, jika kita sedang berada di Gorontalo, belum lengkap rasanya jika tidak mampir ke kawasan Menara Keagungan Limboto.
Baca juga: Sejarah Hari Guru Nasional: dari PGHB ke PGRI
Ada berbagai keseruan yang bisa kita nikmati di kawasan menara yang berdiri berdampingan dengan Masjid Agung Baiturrahman, Limboto.
Ngopi sambil tukar cerita di salah satu warung kopi bawah menara (Indozone Gorontalo)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan