Pelepasan peserta pawai obor di Festival Apangi Gorontalo (Humas Pemprov Gorontalo)
GORONTALO – Suasana Desa Pantungo, Kecamatan Telaga Biru berubah jadi lautan cahaya dan kebersamaan, Sabtu, 12 Juli 2025.
Warga tumpah ruah dalam Festival Apangi dan Pawai Obor yang digelar bertepatan dengan 16 Muharram 1447 H.
Bukan cuma seru-seruan budaya, acara ini digelar untuk memperingati 10 Muharram sekaligus syukuran atas kepulangan jemaah haji Gorontalo.
Baca juga: Wagub Gorontalo: yang Doyan Pinjol, Judol, dan Merokok Bisa Dicoret dari Daftar Penerima Bantuan
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah ikut hadir, dan menyampaikan pesan penuh makna kepada warga yang berkumpul.
Idah membawa kabar baik yang langsung disambut hangat warga.
Seluruh jemaah haji asal Provinsi Gorontalo kembali ke tanah air dalam kondisi sehat walafiat.
Baca juga: Gubernur Gorontalo: Program Tanpa Evaluasi Cuma Jadi Formalitas
Tidak ada yang tertinggal karena sakit, apalagi meninggal dunia.
“Alhamdulillah, semua jemaah haji asal Provinsi Gorontalo pulang dalam keadaan sehat walafiat. Tidak ada yang tertinggal karena sakit, apalagi meninggal dunia. Kita harus patut terus bersyukur,” ujar Idah.
Festival Apangi dan pawai obor bukan sekadar acara seremonial. Bagi masyarakat Gorontalo, ini adalah wujud nyata kecintaan pada budaya dan nilai-nilai keagamaan.
Baca juga: Dari Balik Jeruji ke Dapur Warga: Cerita Sayur Segar Lapas Pohuwato yang Laris Manis
Idah Syahidah mengapresiasi partisipasi warga, terutama generasi muda, yang aktif memeriahkan kegiatan ini.
“Ini tentunya adalah kegiatan yang perlu dilestarikan. Ini adalah kearifan lokal, budaya lokal yang harus terus dijaga, terutama oleh anak-anak kita, generasi penerus nanti,” pesannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Gorontalo