Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 10 JULI 2025 • 09:25 WIB

Dari Balik Jeruji ke Dapur Warga: Cerita Sayur Segar Lapas Pohuwato yang Laris Manis

Dari Balik Jeruji ke Dapur Warga: Cerita Sayur Segar Lapas Pohuwato yang Laris ManisPanen sayur-sayuran di kebun Lapas Pohuwato (HO)

GORONTALO - Pagi yang panas tak menghalangi semangat Haris, seorang penjual sayur keliling, menelusuri gang demi gang sambil membunyikan klakson motor modifikasinya. 

Namun, ada yang bikin sayuran di gerobaknya beda dari yang lain. Ternyata semuanya hasil tangan warga binaan Lapas Kelas IIB Pohuwato.

Cerita ini bukan cuma soal jual beli sayur, tapi soal harapan, kerja sama, dan semangat bangkit dari balik tembok penjara. 

Baca juga: BKKBN Gandeng Mitra Internasional Cegah Stunting di Gorontalo

Yuk, simak empat hal menarik dari kisah Haris dan Lapas Pohuwato berikut ini:

Dari Lapas ke Rumah Warga

Haris, pria dengan senyum ramah, jadi jembatan antara hasil pertanian warga binaan dan kebutuhan dapur warga.

Setiap pagi, Haris menjemput hasil panen langsung dari Lapas Pohuwato dan menjajakannya ke rumah-rumah. Tak disangka, dagangannya makin laris!

"Sayurannya segar, harga terjangkau, pembeli pun senang karena kualitasnya bagus. Saya juga senang karena bisa ikut membantu warga binaan agar hasil kerja mereka tidak sia-sia," kata Haris.

Baca juga: Pinguin Aquatic Series 2 Resmi Dibuka, Kompetisi Sekaligus Ajang Pembinaan Atlet Renang Muda Gorontalo

Penjual Sayur Jadi Mitra Strategis Lapas Pohuwato

Menurut Kepala Lapas Pohuwato, Tristiantoro Adi Wibowo, kolaborasi dengan penjual keliling seperti Haris adalah bagian dari strategi cerdas agar hasil pertanian tidak hanya dinikmati di dalam lapas.

Hasilnya? Sayur segar sampai ke dapur warga, dan warga binaan dapat pengakuan atas hasil kerja keras mereka.

"Dengan adanya penjual keliling seperti Pak Haris, distribusi jadi lebih merata sampai ke rumah warga. Ini juga membantu membangun citra positif warga binaan di tengah masyarakat," kata Tristiantoro.

Baca juga: 10 Fakta Menarik Tentang Iptu Dr. Iswan Brandes: dari 13 Gelar, IPK 4.0, hingga Wisudawan Terbaik

Warga Binaan Bertani Bukan Sekadar Isi Waktu di Lapas

Lapas Pohuwato membuka program pertanian produktif sebagai bentuk pembinaan kemandirian. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Lapas Pohuwato

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dari Balik Jeruji ke Dapur Warga: Cerita Sayur Segar Lapas Pohuwato yang Laris Manis

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!