GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo bergerak cepat memastikan kesiapan akomodasi menjelang perhelatan akbar Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
Sebanyak 6.012 unit homestay telah disiapkan untuk menampung puluhan ribu peserta dari seluruh penjuru Indonesia.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menegaskan bahwa ketersediaan pemondokan menjadi aspek paling krusial dalam menyukseskan agenda nasional ini.
Baca juga: Bidik Rekor WTP ke-16, Pemkab Gorontalo Serahkan LKPD Unaudited 2025 ke BPK
Mengingat estimasi massa yang masif, pemerintah daerah fokus pada pemetaan hunian warga yang layak huni.
Distribusi Hunian di Lima Kecamatan Strategis
Ribuan titik penginapan tersebut terkonsentrasi di lima wilayah kecamatan, yakni Limboto, Limboto Barat, Telaga Biru, Telaga, dan Telaga Jaya.
Seluruh unit homestay ini telah melewati proses verifikasi data yang ketat, mencakup titik lokasi hingga identitas pemilik hunian.
Baca juga: Mengenal Mopotilolo: Ritual Sakral Penyambutan Tamu di Gorontalo
Menurut Sofyan, langkah ini bukan sekadar urusan logistik, melainkan strategi untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam hajatan besar negara.
Melalui model penginapan berbasis hunian warga, dampak ekonomi diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
"Penyediaan homestay tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan akomodasi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pelibatan masyarakat dalam agenda nasional tersebut," jelas Sofyan.
Baca juga: Nasib PPPK di Kota Gorontalo Aman, Ini Syaratnya
Peluang Ekonomi dan Kesiapan Infrastruktur
Kehadiran delegasi tani dan nelayan dari berbagai provinsi dinilai akan menghidupkan sektor jasa penginapan serta unit usaha pendukung lainnya di sekitar lokasi kegiatan.
Selain fokus pada hunian, Pemkab Gorontalo juga tengah memacu perbaikan infrastruktur pendukung, manajemen kebersihan lingkungan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Optimisme tinggi diusung oleh pemerintah daerah agar penyelenggaraan Penas KTNA XVII tidak hanya berjalan lancar secara seremonial, tetapi juga meninggalkan multiplier effect bagi perekonomian berkelanjutan di daerah.
Momentum ini sekaligus diharapkan menjadi batu loncatan bagi Kabupaten Gorontalo untuk semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan bagi berbagai kegiatan berskala nasional di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Gorontalo